telusur.co.id Komisi VII DPR RI bersama Kementerian ESDM akan melakukan kunjungan kerja atau sidak ke sejumlah perusahaan pertambangan untuk melihat langsung proses pembangunan fasilitas pemurnian mineral (smelter).

“DPR RI dan Pemerintah sudah memutuskan, pada masa persidangan berikutnya, akan melakukan kunjungan ke perusahaan pertambangan yang memiliki tanggung jawab membangun smelter,” kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Herman Khaeron melalui siaran persnya yang diterima di Jakarta, Kamis (21/12).

Menurut Herman, DPR RI dan Pemerintah juga sudah memutuskan akan memberi sanksi berupa “financial penalty” bagi perusahaan yang progres pembangunan smelternya tidak sesuai ketentuan.

BACA JUGA :  DPR Kunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Dieng

Pemerintah, kata dia, masih membuat aturan teknisnya untuk pemberian sanksi berupa “financial penalty” termasuk besaran nilai sanksinya.

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bambang Susigit mengatakan, Kementerian ESDM fokus memantau dan mengevaluasi realisasi ekspor dan kemajuan pembangunan smelter dalam negeri.

Menurut dia, progres pembangunan smelter menjadi barometer perpanjangan izin ekspor bagi setiap perusahaan pertambangan.

Perkembangan pembangunan smelter dan realisasi ekspor, menurut dia, berdasarkan data dari Kementerian ESDN, saat ini sudah pada jalurnya.

“Data terbaru kami, realisasi ekspor dan perkembangan pembangunan smelter serta realisasi ekspor dalam tiga bulan pertama menunjukkan progres positif. Untuk smelter, progresnya beragam, ada yang telah dibangun dan ada yang sedang dibangun,” kata Bambang, di Jakarta, Rabu (13/12).

BACA JUGA :  Dewan Nilai Pertamina Tak Serius Tangani Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan

Bambang menjelaskan, terhadap perusahaan yang sedang membangun smelter, evaluasinnya akan dilihat setelah enam bulan sesuai target yang diberikan.

“Kami melihat ada kesungguhan dari perusahaan pertambangan perusahaan untuk membangun smelter. Memang prosesnya bertahap dan proyeksi rencana detil pembangunan smelter dapat dilihat dari prosentase kurva S setiap perusahaan,” katanya.| ant |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini