Walikota Bogor Bima Arya/foto: net

telusur.co.id | Bogor | Peluang Walikota Bogor, Bima Arya untuk maju kembali terancam gagal.

Pasalnya, partai Pengusung Bima, PAN kota Bogor belum melakukan komunikasi politik dengan parpol lain.

Aktivis yang juga anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komando Pejuang Merah Putih (KPMP), Rendy Risky Pujarama, menilai PAN harus melakukan koalisi jika ingin mempertahankan Bima Arya.

Sebab, untuk dapat mengajukan calon Walikota dibutuhkan dukungan 9 kursi DPRD daerah. Sedangkan PAN hanya memiliki tiga kursi.

“jika melihat peta politik di Kota Bogor menjelang pemilihan Walikota dan Wakil Walikota saat ini, kekuatan parlemen, memang tidak ada satu partai politik yang memiliki 9 kursi di DPRD Kota Bogor,” dalam leterangan yang diterima, Senin (25/12).

BACA JUGA :  Soal Pilwalkot Bogor, Bima Arya Diusung Demokrat?

Jika PAN, lambat menjalin komunikasi, dikatakan Rendy, bukan tidak mungkin posisi Bima Arya akan terancam.

“Jika demikian, ini merupakan ancaman besar bagi Bima Arya karena dapat dipastikan Bima Arya tidak akan bisa maju Pilkada 2018 karena dukungannya hanya 3 kursi.” Jelasnya.

Oleh sebab itu, ucap Rendy, Bima Arya Dan Partainya harus sedini mungkin bergegas menjalin komunikasi intens dengan parpol lain.

“Melihat kondisi sekarang dari 45 kursi anggota DPRD Kota Bogor, PDI Perjuangan memiliki 8 kursi, Partai Golkar 6 kursi, Partai Gerindra 6 kursi, PKS 5 kursi, kursi PPP 5 kursi, Partai Demokrat 5 kursi, kursi Hanura 4, Partai Amanat Nasional PAN) 3 kursi, Nasdem 1 kursi dan PBB 1 kursi, “pungkasnya.| red |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini