telusur.co.id | Jakarta | Komisi Pemberantasan Korupsi, menangkap Fredrich Yunadi dinihari tadi. Setelah ditangkap, Fredrich yang dikenal sebagai kuasa hukum Setya Novanto itu pun langsung menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, dalam kasus dugaan menghalangi penyidikan terkait kasus dugaan korupsi e-KTP yang diduga melibatkan Novanto.

Penangkapan Fredrich jelas membuat publik terkejut. Sebab, yang bersangkutan sebelumnya mengirim surat untuk tak hadir dalam pemeriksaan yang dijadwalkan KPK, Jumat (12/1/2018).

Menanggapi itu, Jurubicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, penangkapan Fredrich yang baru pertamakali dijadwalkan diperiksa sebagai tersangka, telah tercantum dalam peraturan perundang-undangan.

Disampaikan Febri, Dasar hukum penangkapan ini adalah Pasal 17 KUHAP. Dimana pasal 17 berbunyi ‘Perintah penangkapan dilakukan terhadap seorang yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti permulaan yang cukup’.

“Bedakan dengan jemput paksa,” kata Febri kepada wartawan.

Sebelum Fredrich, KPK telah lebih dulu menahan dokter Bimanesh, dokter yang diduga bersekongkol dengan Fredrich untuk merekayasa catatan sakit Setya Novanto.

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, tak lama setelah Fredrich ditangkap, beberapa anggota keluarganya langsung datang untuk mengantarkan pakaian, serta sejumlah obat yang biasa di konsumsi Fredirich. [***]

Bagikan Ini :