telusur.co.id| Damaskus, Suriah | Militer Suriah telah merebut kembali semua kota kecil yang sehari sebelumnya dikuasai oleh gerilyawan dukungan Turki dan kelompok lain di Provinsi Idlib di bagian barat-laut negeri tersebut, kata satu kelompok pemantau, Jumat (12/1).

Melalui serangan-balasan oleh militer Suriah di pinggir selatan Idlib, tentara telah memperluas kekuasaannya atas 120 kota kecil sejak operasi militernya di Idlib dan pinggiran Hama pada 25 Desember, kata Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia.

Pada Kamis, kelompok gerilyawan dukungan Turki, serta Komite Pembebasan Levant (LLC) –yang memiliki hubungan dengan Al-Qaida– melancarkan serangan besar guna menggagalkan gerak maju militer Suriah.

Pegiat oposisi mengatakan serangan pasukan pemerintah di Idlib menyatukan semua faksi gerilyawan, demikian laporan Xinhua –yang dipantau di Jakarta, Sabtu pagi. Ditambahkannya, kemajuan militer Suriah dapat merusak seluruh perlawanan bersenjata di Suriah sebab Idlib adalah kubu utama gerilyawan di Suriah, setelah kekalahan gerilyawan IS pada penghujung tahun lalu.

Gerilyawan, yang didukung Partai Turkistan di Turki, menggunakan tank dan kendaraan lapis baja militer Turki dan memasukkan sebagian besar pasukannya dari pinggir utara Provinsi Latakia di bagian barat-laut Turki serta Daerah Jisr Ash-Shughour di pinggir utara Idlib, kata beberapa perwira militer yang dikutip Kantor Berita Resmi Suriah, SANA.

Partai Turkistan berperang melawan militer Suriah bersama Nour Addien Az-Zinki dan LLC, kata SANA –yang menambahkan Pemerintah Turki telah memfasilitasi masuknya petempur Nour Addien Az-Zinki melalui perbatasan Turki.

Namun taktik yang digunakan oleh militer mengakibatkan hilangnya pasukan yang menyerang dari Partai Turkistan dan Nour Addien Az-Zinki sementara gerilyawan terkepung dari beberapa arah setelah kehilangan puluhan petempur dan komandan mereka dalam pertempuran.

Semenatara itu, kelompok pemantau yang berpusat di London –yang menyatakan kelompok tersebut mengandalkan jaringan pegiat di lapangan, mengatakan militer Suriah telah kehilangan 70 prajurit selama pertempuran di Idlib sejak 25 Desember.

Sebelum serangan-balasan gerilyawan, militer Suriah berjuang untuk sepenuhnya merebut Pangkalan Udara Abu Ad-Duhur, yang strategis, di Idlib Tenggara, sebab menguasai pangkalan udara itu akan menjadi pukulan keras terhadap gerilyawan di Idlib dan akan memungkinkan militer mengepung puluhan kota kecil di pinggir selatan Provinsi Aleppo, yang berdekatan.

Idlib telah muncul sebagai sasaran utama kelompok gerilyawan, yang telah mengungsi dari beberapa posisi di seluruh Suriah setelah menderita kekalahan dari militer Damaskus.

|red /ant|

Bagikan Ini :