Foto: Net

telusur.co.id – Kerugian Rp 12 triliun yang dialami Pertamina lantaran kebijakan Pemerintah Indonesia di bawah pimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Sebab kerugian terjadi karena Pertamina menjalankan kebijakan pemerintah soal program Satu Harga.

“Kerugian Pertamina ini karena kebijakan pemerinta yang tidak didukung APBN. Makannya Pertamina merugi,” kata pengamat Energi, Bisman Bakhtiar saat dihubungi telusur.co.id, Senin (22/1/18).

Padahal, UU BUMN saat ini mengatakan, BUMN memiliki kewajiban untuk untung. Maka dari itu, kata dia, Pemerintah harus ikut tanggung jawab atas kerugian Pertamina, akibat menjalankan kebijakan Pemerintah.

BACA JUGA :  Jangan Sembarangan Putusin Harga BBM

“Pemerintah harus tanggung jawab,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan menyampaikan kepada Komisi VII DPR, bahwa kerugian Pertamina sebesar Rp 12 triliun terkait program Satu Harga bukan tanggungjawab Kementerian ESDM. Pihaknya menyerahkan kepada komitmen Menteri BUMN, Rini Soemarno.

Hal tersebut disampaikan Jonan menanggapi pertanyaan Komisi VII DPR, yang meminta Kementerian ESDM membantu PT Pertamina terkait mengoptimalkan program Satu Harga, di saat Pertamina juga dituntut harus membangun kilang baru untuk memenuhi kebutuhan Satu Harga.

“Saya menteri sektor tidak bertanggungjawab atas kondisi Pertamina sebagai korporasi. Pertamina rugi untung bukan porsi saya,” kata Jonan di gedung DPR. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini