telusurco.id, Medan – Perkembangan pekan awal dimulainya masa kampanye pasangan calon Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Sumatera Utara 2018 pasca penetapan nama pasangan calon dan nomor urutnya, kini mulai berlangsung sengit.

Persaingan ketat head to head antara paslon No.1 ERAMAS (Edy Rahmayadi – Musa Rajeksyah) berhadapan dengan paslon No. 2 DJOSS (Djarot Syaiful Hidayat – Sihar Sitorus) memasuki babak baru. Mulai dari terpecahnya dukungan kelompok warga suku Jawa yang populasinya mencapai 1/3 penduduk Sumut, hingga perang siber (cyberwar) di media jejaring sosial.

Warga suku Jawa yang bernaung dibawah organisasi Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) misalnya, Jumat (16/2) sebanyak 20 DPD Kabupaten/Kota mendeklarasikan dukungannya untuk pasangan ERAMAS yang diterima langsung oleh cagubsu Edy Rahmayadi di posko relawan Eramas, Jalan Teuku Cik Ditiro, Medan.

Padahal sebelumnya, Senin (12/2) sesepuh dan tokoh DPP Pujakesuma telah menyatakan dukungan dan membeberkan kesiapan programnya untuk memenangkan pasangan DJOSS langsung dihadapan Djarot Syaiful Hidayat dan Sihar Sitorus.

Selangkah lebih maju, kelompok warga suku Jawa pendukung DJOSS tak sekedar menyatakan dukungan, namun sudah membentuk struktur tim pemenangan yang bernama “Djarot Pujakesuma Centre” dengan tugas mengkoordinir jaringan pengurus dan anggota Pujakesuma yang tersebar di 24 kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

Tak hanya perang pernyataan dukungan berbagai kelompok masyarakat, persaingan semakin panas dengan munculnya perang siber (cyber war) yang terjadi di jejaring media sosial. Tak hanya sekedar cuitan dukungan di twiter maupun status dan komentar di media sosial populer facebook, belakang situasi menjadi semakin panas dengan beredar luasnya gambar provokatif yang menurut diduga kuat pendukung pasangan DJOS merupakan foto hasil editan yang dinilai penghinaan terhadap pasangan yang juga diusung PPP parpol Islam tertua di era ini.

Sontak pendukung pasangan DJOSS pun berang dan meminta pihak Poldasu untuk segera mengusut dan menangkap pelaku penyebaran foto provokatif yang menampilkan gambar Djarot sedang menerima kepala babi. Belum diketahui persis apakah kasus ini akan berlanjut ke ranah hukum.

Seluruh perkembangan situasi itu tentu saja mempengaruhi opini dan sikap publik pemilih di Sumatera Utara. Bagaimana sikap dan kecenderungan memilih warganet di pilkada provinsi dengan pemilih terbesar di luar Jawa tersebut, berikut perkembangan terkini Polling Pilkada Sumut yang digelar media siber telusur.co.id

Meski dalam polling tersebut posisi pasangan ERAMAS lebih unggul dengan perolehan 53.72% di atas pasangan DJOSS yang memperoleh 46.28% dukungan netizen, namun perbedaan peta dukungan warganet yang berbeda tipis tersebut bisa saja berubah. Pasalnya, polling ini masih akan terus berlangsung hingga pertengahan bulan Mei 2018 mendatang. Silahkan berikan vote pada pasangan yang anda dukung di Pilkada Provinsi Sumatera Utara di bawah ini (pri)

Siapa Pasangan Pilihan Anda..?

Bagikan Ini :