telusur.co.id – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Agus Hermanto menilai pencoretan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara JR Saragih-Ance Selian berbau politis.

“Memang kita melihat bahwa ini adalah suatu hal yang sedikit tercampur dengan permasalahan politik,” ucapnya di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/2/18).

Menurut Agus, JR Saragih mempunyai ijazah yang asli. Pasalnya, Saragi merupakan Prajurit TNI berpangkat Kolonel, sebelum memutuskan mundur dan jadi pengusaha Rumah Sakit.

“Pak JR Saragih kami yakini dia punya ijazah yang asli dan betul-betul tamat. Karena dia sudah diverifikasi TNI. Dia mantan anggota TNI. Kami yakini TNI pasti punya standar verifikasi cukup tinggi,” ujarnya.

BACA JUGA :  Selamat 16 Tahun Demokrat : Pidato SBY Sebut Ada Upaya Lemahkan KPK

Oleh karena itu, Partai Demokrat berencana membawa masalah tersebut ke polisi. Agar persoalan Pilkada jangan tercemar dengan masalah politik.

“Ini hal yang harus kita luruskan. Selanjutnya kita upayakan masalah hukum. hukum betul-betul kita tegakkan. Siapa yang bersalah harus dihukum. Yang tak bersalah harus diberikan haknya,” ungkapnya.

Seperti diketahui, KPUD Sumut mencoret pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara JR Saragih-Ance Selian karena dinilai tidak memenuhi persyaratan.

Dengn pencoretan ini, KPUD Sumut hanya menetapkan dua pasangan calon untuk bertarung dalam Pilkada Sumut 2018, yakni pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dan pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini