telusur.co.id – Anggota Fraksi Demokrat di Komisi VII, Ihwan Datu Adam, mengatakan pasca berakhir kontrak Chevron 24/10/2018 menimbulkan pertanyaan berbagai pihak. Pasalnya, Kepastian siapa yang bakal mengelola Blok Eastkal belum jelas.

Menteri ESDM sendiri setelah RDP dengan Komisi VII memberi sinyal tidak akan melelang blok tersebut. Apakah berarti Pertamina HE yang bakal mengelolanya sesuai Permen ESDM No. 16/2015 dan No. 37/2016.

Ihwan Datu Adam, yang berasal dari Dapil Kalimantan Timur dan Utara mendukung penuh pengelolaan Blok Eastkal pasca berakhirnya kontrak Chevron nanti diserahkan pada BUMD Benuo Taka.

“Saya  meyakini kawan-kawan di Komisi VII memiliki pandangan yang sama, jika ini dikelola oleh BUMD apalagi BUMD Benuo Taka telah berpengalaman dan memiliki daya dukung yang memadai akan memberikan manfaat yang optimal dan kontribusi yang besar bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat Kab. Penajam Paser Utara (PPU).” Ungkap Ihwan yang pernah menjadi Plt Bupati PPU.

BACA JUGA :  Yusril ke Jokowi-Mar'uf, Demokrat Nggak Masalah

Ditempat terpisah Dirut BUMD Benuo Taka, Wahdiat Alghazali berharap pemerintah pusat tidak lagi menyerahkan ke Pertamina HE mengingat Pertamina tidak berminat atas Blok ini. “Rasanya aneh ketika menyatakan tidak berminat, kok malah sekarang menarik lagi ucapannya.”

Wahdiat mengatakan sudah saatnya daerah khususnya Kab. PPU diberikan 100% pengelolaan Blok Eastkal secara B to B, mengingat sudah 40 tahun hanya menjadi penonton. “Kami siap dari sisi finansial, human capital dan teknologi dengan komitmen mempertahankan dan meningkatkan produksi sebagaimana kami mengelola Blok Wailawi ex Vico yang sudah berjalan lebih dari 13 tahun dan buktinya jalan sampai sekarang,”tegas Wahdiat.

BACA JUGA :  Elektabilitas AHY Melorot Karena Sikap Demokrat Abu-abu

Seharusnya berikan Blok ini ke PPU apalagi sudah masuk dalam slot declining phase. Bagi PPU blok ini secara BtoB cukup ekonomis sebagai penambahan fiskal daerah yang selama ini anjlok akibat penurunan DBH Migas.

Menurut Wahdiat, PPU sudah didukung penuh oleh Komisi VII agar dapat mengeloka secara B to B 100% diluar PI 10%. Besar harapan kami Ihwan Datu Adam dan anggota Komisi VII lainnya mendukung dan memperjuangkan jika Blok ini diberikan penuh ke BUMD Benuo Taka. Apalagi Pertamina sudah cukup dengan Blok Mahakam, maka Blok Eastkal pantas dilepaskan saja ke BUMD, “tegasnya. ( red )

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini