telusur.co.id, Brebes – Jebolnya tanggul Sungai Pemali di Desa Terlangu, Kecamatan Brebes, Jawa Tengah, Selasa (13/2) kemarin telah mengakibatkan banjir bandang yang menenggelamkan beberapa desa.

Untuk mengevakuasi warga terutama orang tua, ibu-ibu dan anak-anak mengingat ketinggian air ada yang mencapai lebih dari 1 meter, prajurit TNI dari Kodim 0713/Brebes bergerak cepat dengan menerjunkan tim evakuasi menggunakan 1 unit LCR di lokasi pusat luapan air di Dukuh Terlangu,

Tim evakuasi dari Kodim 0713/Brebes ini, masuk ke ujung kampung yang berbatasan langsung dengan tanggul Sungai Pemali untuk mengangkut warga ke tepi jalan lintas Brebes-Jatibarang. Selanjutnya, kendaraan pengangkut korban banjir telah menunggu jalan lintas Brebes-Jatibarang itu, untuk membawa para korban tempat pengungsian yang dipusatkan di GOR Sasana Kridha Adikarsa Brebes. Hingga menjelang malam tadi sudah berhasil dievakuasi sekitar 182 orang pengungsi.

Tempat pengungsian sementara terletak di beberapa desa yang memiliki tempat yang tinggi, seperti di balai desa, Masjid maupun gudang yang dijadikan tempat pengungsian.

Sementara itu, pasukan penanggulangan bencana TNI dari Tepbek IV-44-01A/Slawi juga mendirikan Dapur Umum guna menyiapkan makanan dan minuman bagi para korban banjir. Pos pelayanan kesehatan dari PPK Kodim 0713/Brebes juga digelar di GOR Sasana Kridha Adikarsa Brebes guna memberikan pelayanan pengobatan kepada para pengungsi.

BACA JUGA :  Gubernur Anies Ingatkan Aparat Siaga Banjir

Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono mengatakan, seluruh elemen akan sekuat tenaga berbuat untuk membantu Pemerintah Daerah dan para korban banjir. ‘

“Kami juga akan memperbaiki fisik tanggul yang rendah di hari kedua dan seterusnya pasca banjir sampai tanggul Sungai Pemali di Desa Terlangu dan Lengkong Kecamatan Brebes benar-benar diyakini aman menahan air,” ungkapnya.

Data terkini desa yang terdampak banjir antara lain, di Kecamatan Brebes adalah Dukuh Waru, Desa Pemaron, Dukuh Miri Desa Pulosari, Desa Kalimati, Desa Terlangu, Desa Lembarawa, Kelurahan Limbangan Kulon, Dukuh Kauman Kelurahan Brebes, Desa Krasak dan Desa Kaligangsa. Untuk Kecamatan Wanasari antara lain, Desa Pebatan, Desa Lengkong, Desa Jagalempeni, Desa Glonggong, Desa Sisalam dan Sidamulya.

Kecamatan Songgom, desa terdampak meliputi Desa Jatimakmur, Desa Jatirokeh, Desa Wanatawang, Desa Songgom Lor dan Desa Cenang. Kecamatan Jatibarang meliputi, Desa Kemiriamba, Desa Jatibarang Kidul, Desa Klikiran, Desa Kendawa, Desa Buaran, Desa Kedungtukang, Desa Kalipucang, Desa Kalialang, Desa Pedeslohor dan Desa Kramat. Terakhir di Kecamatan Larangan, desa terdampak adalah Dukuh Rengaspendawa Wetan, Desa Rengaspendawa.

BACA JUGA :  Masuki Musim Hujan, BMKG Minta Warga di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Waspada

Sedangkan untuk korban jiwa dilaporkan 2 (dua) orang, satu adalah anak-anak 13 tahun yang hanyut saat bermain di sungai dan yang kedua adalah pemuda 35 tahun yang terseret arus saat mencoba menutup pipa saluran air yang dibuat warga untuk mengaliri sawah warga.

Untuk Posko Pengungsian berada di GOR Sasana Krida Adhi Karsa Brebes 182 orang, Balai Desa Terlangu 138 orang, Balai Desa Lengkong 22 orang dan di Masjid Jami Al Farkhan Desa Krasak sebanyak 36 orang, dengan total keseluruhan sementara 196 orang.

Tim gabungan penanganan bencana masih terus bersiaga untuk secepat mungkin melakukan pertolongan dan evakuasi terutama kepada warga yang masih bertahan di rumah masing-masing, dengan menyiagakan LCR atau perahu karet di titik-titik rawan dengan ketinggian air di atas 60 cm lebih (dan/tniad)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini