telusur.co.id – Kasus kekerasan disertai penyiraman air keras penyidik KPK Novel Baswedan, yang ditangani Polda Metro Jaya, hingga saat ini belum tuntas.

Kabarnya, berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus tersebut hilang.

Akan tetapi, pihak kepolisian membantahnya. Kabid Humas PMJ, Kombes Argo Yuwono memastikan berkas BAP Novel tidak hilang.

“Ah, siapa yang bilang? Ada ah,” kata Argo.

TIdak hanya itu, Argo juga menyatakan akan kembali memanggil Novel untuk pemeriksaan selanjutnya.

Selain itu kepolisian juga akan memeriksa saksi-saksi lain, untuk mengetahui pelaku dari kasus penyiraman tersebut.

BACA JUGA :  DPR Bakal Panggil KPK Terkait Bupati BekasiĀ 

Sebelumnya, Komisioner Ombudsman RI, Adrianus Meliala mendapati dokumen BAP Novel tidak ada di kepolisian. Padahal, pada saat pemeriksaan itu, Novel diperiksa dan sudah di-BAP penyidik PMJ.

“Yang ada hanya (dokumen) pemberian keterangan saja. Ada tanda tangan dan cap KBRI,” kata dia kepada sejumlah media massa, Sabtu (10/2/18).

Dokumen yang tidak mirip BAP itu ditengarai menjadi akar lambatnya penanganan teror terhadap kasus tersebut. Bahkan, Adrianus mengatakan kepada Ombudsman, kalau penyidik PMJ memang mengatakan Novel belum pernah di-BAP.

“Ini sesuai dengan perkataan penyidik (Polda Metro Jaya) bahwa Novel belum pernah di-BAP,” kata dia.

BACA JUGA :  Keluar Gedung KPK Keponakan Setya Novanto Pakai Rompi Orange

Sekedar informasi, pada 14 Agustus 2017 lalu Novel Baswedan telah diperiksa oleh beberapa penyidik, terkait kasus penyiraman air keras. Pada saat itu pemeriksaan dilakukan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura.

Saat pemeriksaan, pihak kepolisian menanyakan perihal kronologis penyiraman air keras, bukti-bukti yang dimiliki, termasuk dugaan keterlibatan jenderal. Saat diperiksa, Novel didampingi sejumlah pengacaranya, dan perwakilan dari KPK. [ipk]

Like :

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini