telusur.co.id – Perang saudara di Suriah kembali berkecamuk. Militer Suriah mulai melancarkan serangan kepada kelompok oposisi yang berada di wilayah Ghouta Timur di pinggir Ibu Kota Damaskus.

Puluhan rudal yang diluncurkan untuk menyerang terowongan dan parit yang dibuat oleh gerilyawan di sebelah tenggara Kota Douma di wilayah tersebut.

Pemboman terhadap Ghouta Timur dilancarkan kurang dari 24 jam sejak militer Suriah mengerahkan balabantuan besar untuk ikut dalam serangan guna menghapuskan ancaman gerilyawan di wilayah itu.

Akibat serangan rudal, Situasi di Ghouta Timur bergolak selama dua bulan belakangan, ketika gerilyawan melancarkan serangan besar terhadap satu pangkalan penting militer di Kota Harasta di wilayah itu.

BACA JUGA :  PBB: Masih Belum Waktunya Mengembalikan Pengungsi ke Suriah

Aksi saling bom dan serang tersebut membuat PBB mengeluarkan beberapa seruan bagi dicapainya gencatan senjata selam satu bulan guna memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan buat warga sipil yang terpengaruh.

Pada Ahad pagi, harian pro-pemerintah Al-Watan melaporkan perundingan maraton sedang berlangsung untuk mencapai penyelesaian dengan gerilyawan di Ghouta Timur di tengah peningkatan pengerahan militer Suriah di pinggir daerah tersebut sebagai persiapan kalau-kalau pembicaraan itu gagal.

Rakyat Suriah di ibu kota negeri itu telah lama menyerukan dihentikannya serangan mortir gerilyawan, yang telah melumpuhkan kehidupan banyak warga di permukiman di Damaskus Timur.

BACA JUGA :  Perang Suriah: Biadab! Hanya Dalam 48 Jam Lebih Dari 250 Warga di Ghouta Timur Tewas

Empat kelompok utama gerilyawan berada di Ghouta Timur –Tentara Islam, Failaq Ar-Rahman, Ahrar Ash-Sham dan Komite Pembebasan Levant, yang juga dikenal dengan nama Front An-Nusra, yang memiliki hubungan dengan Al-Qaida. ( red )

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini