Net

telusur.co.id – Rencana Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang akan merampungkan materi dakwah terkait penyelenggaraan Pilkada, dimana materi itu berisikan wawasan pencegahan, sosialisasi, dan pengawasan terhadap praktik politik uang dan politisasi SARA dalam Pilkada, mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan.

Salah satunya Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan. Politikus PAN itu meminta Bawaslu tidak ikut campur, atau mengatur materi khutbah karena dikhawatirkan akan memanaskan situasi.

“Menurut saya pengaturan mengenai hal-hal sensitif itu jangan sampai terlalu ditekniskan karena malah semakin memanaskan situasi. Serahkan kepada aparat terkait seperti Kepolisian dan Kejaksaan yang khususnya mengatur isu tentang SARA. Kalau Bawaslu membuat aturan sendiri aparat penegak hukum nanti bingung,” kata Taufik, di Jakarta, Selasa (13/2/18).

BACA JUGA :  Diperbolehkannya "Orang Gila" Nyoblos, Tergantung Dokter

Dia menilai secara umum aturan mengenai larangan kampanye hitam dalam Pilkada yaitu sampai seberapa jauh Bawaslu bisa membendung transparansi publik yang sangat pesat.

Dikatakan Taufik, yang perlu digaris bawahi adalah bagaimana Bawaslu bisa menghalangi dan menelusuri terkait kampanye hitam yang ada di media sosial.

Sebelumnya, Bawaslu menyatakan upaya strategis tersebut berawal dari masukan berbagai tokoh yang khawatir dengan maraknya kampanye SARA jelang Pilkada.

Bawaslu kemudian menginisiasi pertemuan pemuka agama untuk mendiskusikan persoalan tersebut dan juga akan membuat materi ceramah untuk mendukung pelaksanaan pilkada yang terbebas dari politik uang dan politisasi isu SARA. [ipk]

Like :

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini