telusur.co.id – Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi dan kondisi tetap damai dan aman menjelang pilkada 2018. “Mari kita jaga perdamaian bukan hanya dengan semangat toleransi saja, tapi juga semangat menyingkirkan problem ketidakadilan sosial dan ketidakadilan ekonomi yang ada di tengah-tengah masyarakat,” ajak Fadli melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, menciptakan toleransi utamanya merupakan tugas masyarakat, maka menciptakan keadilan sosial terutama adalah tugas pemerintah. Karenanya, Fadli mengajak dan menghimbau kepada para pemuka agama di Indonesia untuk turut menjaga dan menenangkan masyarakat.

BACA JUGA :  Kapolri Ngebet Dibangun Rutan Baru untuk Teroris

“Jangan kita mudah terpancing atau terjebak pada politik adu domba. Kekayaan kita yang paling berharga adalah bisa bersatu dalam kemajemukan. Kita harus menjaganya,” ujarnya.

Perlu diketahui, setidaknya ada empat serangan serupa yang kebetulan menimpa pemuka kalangan Islam dari ormas yang berbeda-beda. Pertama, kekerasan terhadap K.H. Emron Umar Basyri, pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Cicalengka, seorang tokoh NU. Kedua, serangan terhadap Ustad Prawoto, salah satu tokoh Persis (Persatuan Islam), yang akhirnya meninggal dunia.

Ketiga, serangan terhadap seorang santri dari Pesantren Al-Futuhat Garut, oleh enam orang tak dikenal. Dan keempat, serangan terhadap Ustad Abdul Basit, yang dikeroyok sejumlah orang di Jalan Syahdan, Palmerah, Jakarta Barat. ( red )

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini