telusur.co.id, Surabaya  – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno mengenang peran Gus Dur terkait perannya dalam perayaan Imlek.

“Pada masa Presiden Abdurrahman Wahid telah ditetapkan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur. Kemudian pada era Presiden Megawati Soekarnoputri, Imlek ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional Tahun 2002, dan berlaku mulai tahun 2003 sampai sekarang,” ujarnya, Kamis (15/2) kepada wartawan di Surabaya.

Imlek ditetapkan Presiden Gus Dur sebagai hari libur melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2001 tertanggal 9 April 2001 sehingga sejak saat itu warga Tionghoa mendapatkan kebebasan kembali untuk merayakan Tahun Baru Imlek.

Menurut dia, keberanian Gus Dur yang juga pamannya tersebut membuatnya dikenal aktif mempromosikan multikultural Indonesia, termasuk menunjukkan jiwa besar para pemimpin bangsa dalam mengayomi keanekaragaman budaya di Tanah Air.

BACA JUGA :  Ucapkan Hari Raya Imlek, Sandi : Tahun Babi Tanah Membawa Keberuntungan

“Maka kita sebagai generasi penerus merasa bersyukur telah mewarisi itu semua,” ucap Gus Ipul yang juga Ketua PBNU tersebut.

Ia bersama pasangannya di Pilkada Jatim, Puti Guntur, sama-sama berpesan agar Tahun Baru Imlek 2018 diperingati dengan kesederhanaan, tapi tanpa mengurangi rasa khidmat atas semua anugerah Tuhan.

“Kesederhanaan itu juga tidak mengurangi rasa syukur dan kegembiraaan atas semua berkah yang telah kita nikmati bersama selama ini,” katanya.

Sementara itu, keduanya juga kompak menyampaikan “Selamat Tahun Baru Imlek” atau Tahun Baru China 2569, yang jatuh pada Jumat, 16 Januari 2018.

Mbak Puti, sapaan akrab Puti Guntur Soekarno juga mengucapkan selamat bagi warga Tionghoa yang biasanya dilakukan dengan berkumpul keluarga dan kerabat, kemudian dirayakan dengan doa bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa ketika malam tahun baru Imlek.

BACA JUGA :  Hari Raya Imlek, Zulhasan : Gong Xi Fat Chai

Mantan anggota DPR RI tersebut bahkan menyempatkan berkunjung ke Masjid Cheng Ho di Kota Surabaya dan bertemu dengan komunitas muslim di sana, sekaligus mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek.

“Indonesia memiliki banyak kekayaan budaya, termasuk budaya-budaya yang hidup di Jawa Timur, yang tercermin dari berbagai corak hidup masyarakat. Selamat Tahun Baru Imlek,” kata cucu Presiden RI, Bung Karno itu.

Pilkada Jatim 2018 untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2019-2024 diikuti dua pasangan calon, yakni Khofifah-Emil di nomor urut satu, dan Gus Ipul-Mbak Puti di nomor urut dua.

Pasangan nomor satu merupakan calon dari koalisi Partai Demokrat, Golkar, PAN, PPP, Hanura dan NasDem, sedangkan pasangan nomor dua adalah calon dari gabungan PKB, PDI Perjuangan, PKS serta Gerindra (pri/ant)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini