Foto: telusur.co.id

telusur.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis angka pertumbuhan ekonomi nasional yakni 5,01%. Angka ini sama dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2017.

Sekretaris Komite Ekonomi Nasional Aviliani menilai, ada beberapa hal yang membuat pertumbuhan Ekonomi saat ini jalan ditempat.

“Adanya persoalan konsumsi, turunnya konsumsi dan daya beli,” ucap Aviliani dalam diskusi ‘Ekonomi Indonesia di Tahun Politik’ di DPP PAN, Jakarta, Rabu (14/02/18).

Saat ini menurut Aviliani, masyarakat kalangan bawah bergantung pada bantuan sosial yang pemerintah.

“Kenapa konsumsi turun di kalangan bawah. Karena mereka bergantung pada bansos. Sehingga kedepan pemerintah jangan telat memberikan bansos itu untuk meningkatkan daya beli,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Majukan Perekonomian Dalam Negeri, Sandi Bakal Prioritaskan Pengusaha Lokal

Untuk mengembalikan pertumbuhan ekonomi tersebut lanjut Aviliani, Pemerintah harus melakukan keseimbangan, agar daya konsumsinya meningkat.

“Kalau pertumbuhamnya tidak bergerak maka govermennya yang harus bergerak. Pemerintah harus melakukan keseimbangan, agar daya konsumsinya meningkat,” ungkapnya kembali.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini