Wakil ketua DPR RI Fadli Zon, mengaku aneh dengan keputusan KPU.FOTO:telusur.co.id

telusur.co.id – Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengatakan untuk menghadapi pemilu 2019 harus mulai berpikir strategis dan berpijak pada ideologi, gagasan dan kaderisasi.

“Jika tidak, kami bisa saja digilas oleh roda pasang-surut yang ekstrem, seperti yang pernah dialami oleh sejumlah partai lain. Karena itu, di ulang tahun Gerindra ini, saya ingin mengajak kepada seluruh kader agar jangan terlena. Yang harus kita kedepankan adalah ide dan gagasan serta keberpihakan pada rakyat,” pesan Fadli kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Salah satu gagasan yang telah menjadi trade mark Partai Gerindra adalah Ekonomi Kerakyatan. Itu merupakan ideologi pembangunan partai bahwa pembangunan mestinya berpusat pada rakyat, bukan bertumpu pada proyek infrastruktur jalan.

BACA JUGA :  Bantah Mangkir Eksekusi, Buni Yani : Sore Ini Saya Datang

Saat ini, misalnya, semua ribut mengenai kenaikan harga beras, tapi mengabaikan bagaimana sesungguhnya nasib para petani beras. Jika stok pangan menurun, pemerintah sibuk mengimpor beras, tanpa mempertimbangkan bagaimana dampaknya terhadap petani.

Di tempat lain, semua pihak membangga-banggakan jumlah kapal nelayan asing yang berhasil ditenggelamkan, serta klaim populasi ikan yang meningkat, seolah itu adalah ukuran keberhasilan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Padahal, pada saat bersamaan, mayoritas nelayan masih menjadi kelompok termiskin, bahkan sempat menjadi kelompok yang rentan terkena kriminalisasi gara-gara persoalan alat tangkap.

BACA JUGA :  Kalau PKS Ikhlas, Gerindra Disarankan Pilih Anies Baswedan

“Kami mendengarkan keluh kesah rakyat atas situasi yang mereka hadapi saat ini. Liberalisasi investasi, banjir tenaga kerja asing, penciptaan utang baru yang jor-joran, kini terbukti telah memukul kehidupan rakyat dan menekan perekonomian kita. Semua itu harus segera dikoreksi. Seluruh kader Gerindra harus berkepentingan untuk mengkoreksi semua itu.”

Bagaimana caranya? Fadli mengungkapkan jika jalan satu-satunya adakah memenangkan Pemilu Legislatif dan jadikan Ketua Umum DPP Partai Gerindra sebagai Presiden Republik Indonesia pada 2019. “Itu jalan yang harus kita tempuh untuk mengubah carut-marut negeri kita yang makin salah urus hari ini,” tutupnya. ( red )

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini