telusur.co.id – Korbid Pemenangan Pemilu Sumatera DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia mengakui jika eksistensi partainya sedang diuji dengan kader yang terlibat kasus korupsi.

“Golkar yang mengusung tagline Golkar Bersih, kami pasti terus akan diuji oleh berbagai peristiwa serta respons, sikap, dan kebijakan yang kami ambil,” ungkap Doli Kurnia kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Termasuk, kata dia, peristiwa OTT terakhir oleh KPK terhadap Bupati Jombang yang juga adalah Ketua DPD PG Jawa Timur.

Terhadap peristiwa itu, Doli menegaskan tetap konsisten bahwa Golkar adalah Golkar yang “zero tolerance” terhadap korupsi. Juga akan terus seperti itu ke depan terhadap siapapun kader apalagi pimpinan partai di semua level yang terindikasi korupsi.

BACA JUGA :  Penetapan FA, Ketum Golkar Tunggu Pengumuman Resmi KPK

Golkar akan melakukan dua pendekatan terhadap kader atau pimpinan partai yang ditersangkakan. Pertama adalah pendekatan organisasi, dengan segera memberhentikan yang bersangkutan dari jabatan di partai yang melekat pada dirinya.

Dan bila sampai proses hukum yang inkrach yang bersangkutan dinyatakan terpidana, bukan tidak mungkin dapat dikenai sanksi pemecatan dari keanggotaan.

Apalagi bila hukumannya terkena sanksi berat atau sudah berulang-ulang kali dilakukan. Sesungguhnya tindakan itu adalah sesuatu yang dilakukan dengan berat hati, tapi demi kepentingan Golkar, bangsa dan negara. “Kita tidak punya pilihan lain.”

BACA JUGA :  Innalilahi, Telah Meninggal Dunia Tokoh HMI dan Mantan Menpora, Mahadi Sinambela

Pendekatan kedua adalah pendekatan kemanusiaan. Sebagai manusia yang memiliki hak pembelaan di depan hukum, dan dalam konteks menghargai peran dan kontribusinya kepada partai selama ini, kader atau pimpinan yang ditersangkakan, akan diberi bantuan hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. ( red )

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini