Anies Baswedan/Net

telusur.co.id – Kebijakan yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, antitesis dari pendahulunya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Demikian pendapat Peneliti Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo saat dihubungi telusur.co.id, Jumat (2/2/18).

Disampaikan Karyono, beberapa kebijakan seperti motor yang dilarang lewat Jalan Thamrin oleh Ahok, kini sudah di perbolehkan oleh Anies. Kemudian, kata dia, soal keberadaan becak, dimana pada saat Ahok becak dilarang namun Anies memperbolehkan. Hal itu menunjukan kalau kebijakan Anies asal beda dari Ahok.

“Itu mengesankan hanya sekedar antitesa dari kebijakan Ahok,” kata Karyono.

BACA JUGA :  Hilangkan Bau Kali Item, Anies Minta Warga Jaga Kebersihan

Menurutnya, jika kebijakan yang dilakukan Anies terus seperti ini, kata dia, sama saja Anies membuatkan kebijakan asal beda sama Ahok.

Karyono menilai Anies sedang membranding dirinya sendiri sebagai Kepala Daerah yang pro wong cilik. Dan itu, kata dia, semakin menunjukan kalau Anies ambisius untuk maju di Pilpres 2019.

“Ini menunjukan hasrat Anies menuju ke 2019. Ini akan dipolitisasi jika seolah-olah Anies pro rakyat. Seolah-olah pro wong cilik. Anies sedang membranding dirinya sebagai kepala daerah wong cilik,” kata dia. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini