telusur.co.id – Wakil Ketua Tim Advokasi Pejuang Anti Korupsi (TAPAK) Adherie Zulfikri Sitompul mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lebih greget dalam menuntaskan kasus mega korupsi E-KTP.

KPK, menurut Adherie, harus memanggil pihak yang diungkap dalam proses peradilan seperti yang disampaikan Setya Novanto di pengadilan Tipikor.

“Segala apa yang disampaikan Terdakwa Setya Novanto yang juga sudah ajukan dirinya justice collaborator (JC) pada kasus E-KTP secara tegas menyatakan keterlibatan dan melaporkan beberapa anggota DPR RI, harus ditindak,” desak Adherie dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis.

BACA JUGA :  Menag Ngaku Tak Tahu Dokumen Yang Diambil KPK dari Ruang Kerjanya

Seperti diketahui ada beberapa nama yang disebut dalam pengadilan termasuk Melchias Marcus Mekeng, Ganjar Pranowo, Olly Dodomkabey, Yasonna Laoly dan lainnya.

TAPAK menilai, KPK jangan terlalu lamban untuk membongkar tuntas kasus korupsi E-KTP yang jelas telah merugikan jutaan rakyat indonesia yang sampai sekarang tidak punya E-KTP dan kemana mana pergi harus bawa kertas ukuran A4 yang diterbitkan oleh Dukcapil.

Pintu gerbang besar telah dibuka oleh Setya Novanto untuk membuka terang benderang pihak pihak yang terlibat dalam kasus E-KTP yang menggorogoti uang negara yang berasal dari pembayaran pajak rakyat indonesia.

BACA JUGA :  Sidang PN Tipikor Digelar Sehari Sebelum Putusan Praperadilan, Setnov Makin Tersudut

“TAPAK yakin SN sangat mengetahui persis cara main serta seluk-beluk dan bukti aliran dana yang mengalir ke sejumlah anggota,” katanya. ( red )

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini