telusur.co.id, Medan РKomisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara lewat surat keputusannya bernomor 07/PL.03.3-Kpt/12/Prov/II/2018, menetapkan hanya ada dua pasangan yang akan menjadi peserta pemilihan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara,  yakni pasangan Djarot-Sihar berhadapan dengan pasangan Edy-Ijek.

Dalam sidang pleno penetapan bakal pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur peserta Pilkada 2018 yang digelar KPU Sumut, Senin (12/2) di Medan Sumatera Utara, diketahui urungnya pasangan JR Saragih dan Ance Selian yang diusung Partai Demokrat melaju di pilgubsu, akibat ijazah SMA tak dilegalisir.

BACA JUGA :  Sambut Ahok, Djarot: Welcome Home Bro

“Jadinya cuma 2 pasangan, JR-Ance gak lulus administrasi, karena fotocopy ijazah SMA milik JR Saragih, menurut KPU Sumut gak dilegalisir,” ujar Sugiyat Santoso, Tim Pemenangan Edi-Ijek melalui selulernya, kepada telusur.co.id dari Medan Sumatera Utara.

Dengan gugurnya pasangan JR-Ance ini, maka praktis Pilkada Provinsi Sumatera Utara akan berhadapan head to head antara mantan Wagub DKI Djarot Saiful Hidayat melawan mantan Pangkostrad Letjen (Pur) Edy Rahmayadi.

Penetapan KPU ini tentu saja akan kembali merubah konstalasi kekuatan peta politik Pilkada Sumut 2018 yang memang sudah mulai memanas. Pasalnya, jaringan konstituen parpol yang urung mengusung calonnya seperti Partai Demokrat (14 kursi), PKB (3 kursi), dan PKPI (3 kursi), tentu saja akan beralih dukungan, antara memilih pasangan Djarot-Sihar atau pasangan Edy-Ijek.

BACA JUGA :  Sosok Djarot Jadi 'Mak Comblang' Ahok dengan Polwan

 

 

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini