telusur.co.id – Anggota komisi X DPR, Ledia Hanifa Amaliah menilai, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2015 belum berjalan seperti yang diharapkan.

Pasalnya, perpustakaan yang diharapkan menjadi tepat sarana pembaca masih minim atau kurang memadahi.

“Trobosan penting dengan mewajibkan setiap hari ada 15 menit waktu membaca sebelum kegiatan belajar berlangsung, belum terealisasi dengan baik,” ucapnya di Jakarta, Rabu (28/2/18).

Pemerintah menurut Ledia seharusnya, terus melakukan sosialisasi Permendikbud di berbagai sekolah. dan memberikan pelatihan para guru, agar minat siswa dalam membaca semakin besar.

BACA JUGA :  Komisi X DPR Tanggapi Wacana Impor Dosen Asing

“Para guru perlu diberi pelatihan dan penguatan program literasi, dan bahkan orangtua pun perlu digandeng membangun budaya baca ini menjadi kebiasaan siswa,” jelasnya.

Oleh sebab itu, dia meminta kemendikbud melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

“Perlu ada evaluasi dan penguatan program GLS secara menyeluruh agar bisa lebih menjawab mengapa setelah ada GLS, budaya membaca di kalangan siswa masih rendah,” harapnya.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini