tulusur.co.id – Pilkada merupakan sarana demokratis memilih pasangan kepala daerah secara langsung yang melibatkan masyarakat. Kelangsungan pemerintahan dan pembangunan di daerah dapat terus terjamin jika Pilkada berlangsung kondusif, adil dan demokratis.

Kuatnya rivalitas diantara peserta Pilkada dan lemahnya pengawasan menjadi penyebab terjadinya pelanggaran. Diantara jenis pelanggaran yang dikhawatirkan oleh sejumlah pihak adalah penggunaan isu SARA yang berpotensi memecah belah masyarakat yang majemuk.

Komisioner Panwas, Ujang Abidin mengatakan, isu SARA belum tentu diproduksi oleh peserta Pilkada, bisa jadi ada pihak lain yang memiliki agenda kepentingan untuk merusak negara.

“Perlu dicermati hal itu,” kata pria yang akrab disapa Kang Uje dalam acara diskusi publik yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Purwakarta, Jumat (23/2/18), di Gedung Disporaparbud Jalan Purnawarman Barat No. 2 Sindangkasih Purwakarta, dengan mengangkat tema “Pilkada 2018 Berkualitas Tanpa Isu SARA”.

BACA JUGA :  Jelang Pilkada Padangsidimpuan : 4 Nasution, Berebut Tiket Partainya Yusril

Dalam kesempatan yang sama, Mantan Komisioner KPUD Kabupaten Purwakarta, Dadan K Ramdan, MT menjelaskan, isu SARA masih menjadi ancaman serius dalam merusak Pilkada.

“Dalam memilih calon kepala daerah harus dilihat program kerjanya bagi masyarakat secara luas bukan unsur SARA yang tidak ada hubungannya dengan tujuan pemerintahan,” pesan Dadan.

Sementara, Kabid Kepemudaan, Ahmad Arif Imanulhaq, dalam pemaparannya menjelaskan, dalam negara yang berideologi Pancasila dengan masyarakat yang majemuk maka politisasi SARA berpotensi memecah belah masyarakat.

“Pada proses demokrasi diberbagai tingkatan masih banyak diwarnai oleh sentimen pribadi dan fanatisme kelompok atau golongan, bukan atas dasar visi dan misi yang di usung oleh kandidat Pilkada,”ungkapnya

BACA JUGA :  Penyelenggara Pemilu Harus Punya Sikap Antisuap

Maka dari itu, Kang Arif berpesan, kepada semua elemen masyarakat harus berkomitmen menjaga Pilkada berlangsung aman demokratis dan berkualitas sehingga melahirkan pasangan kepala daerah yang kompeten dan bermanfaat untuk semua masyarakat.

“Jadilah pemilih cerdas,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut menghadirkan dari berbagai elemen: Dispora, KADA Jabar, PUSAKA, HIPMI, SKB, FOMFA Purwakarta, BEM Politeknik , STAI Al Muhajirin, HMI Purwakarta. STIP. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini