telusur.co.id – Organisasi otonom Partai Hanura, Gerakan Muda Hati Nurani Rakyat (Gema Hanura) Jawa Barat menilai pemberhentian ketua DPD I Partai Hanura Jawa Barat, Aceng HM Fikri, akan dapat mengembalikan citra Hanura yang saat ini memburuk.

“Kami menilai dengan digantinya Aceng Fikri di Hanura sebagai ketua DPD Hanura Jabar menjadi harapan kami untuk mengembalikan lagi Hanura di Jawa Barat dipimpin oleh orang asli Hanura, bukan orang-orang baru yang mau mengambil keuntungan dari hasil kerja orang lama,” kata Ketua Gema Hanura Jawa Barat Egi Hergiana di Bandung, Jumat (9/2/18).

Partai Hanura di bawah kepemimpinan Ketum Marsekal Madya (Purn) Daryatmo resmi memberhentikan Aceng Fikri dari jabatan ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Jawa Barat karena tidak menghadiri munaslub.

Posisi Aceng Fikri saat ini telah digantikan oleh Wisnu Purnomo melalui Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura versi Munaslub Partai Hanura 2018.

Egi menjelaskan, Gema Hanura Jabar, mendukung penuh kepemimpinan Wisnu Purnomo sebagai ketua DPD menggantikan Aceng Fikri.

BACA JUGA :  Yasonna Didesak Cabut SK Hanura OSO

Menurut dia, penunjukan Aceng saat itu, merupakan keputusan Ketua Umum Oesman Sapta Odang yang dinilai semena-mena mengganti ketua DPD Partai Hanura sebelumnya, Fitrun Fitriansyah, pada 2017 lalu.

Ia menuturkan Aceng Fikri ditunjuk Oesman untuk menggantikan Fitrun melalui musyawarah daerah luar biasa yang memberhentikan Fitrun sebagai ketua DPD Partai Hanura Jabar periode 2015-2020.

“Pemberhentian Fitrun dilakukan OSO tanpa mekanisme yang benar sesuai AD/ART Partai Hanura,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh Dewan Pimpinan Cabang saat ini adalah hasil kerja politik DPD Partai Hanura Jawa Barat sebelum Aceng memimpin. Namun, lanjut dia, DPC Partai Hanura di kabupaten dan kota di Jawa Barat kerap mendapat tekanan dan intimidasi dari Aceng Fikri.

“DPC kota dan kabupaten ditekan untuk mengikuti apapun keputusan DPP, dengan ancaman akan dipecat kalau tidak mengikuti,” ujar Egi.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Hanura Jabar, Bambang Herawanto mengatakan, pemberhentian dan pemecatan ketua DPD Partai Hanura tidak perlu melalui usulan DPC.

BACA JUGA :  Konflik Hanura, Wiranto Harap Dua Kubu Duduk Bersama

Menurut dia, DPP Partai Hanura berhak melakukan pemberhentian dan pemecatan tersebut dengan dasar keputusan hasil rapat badan pengurus harian DPP Partai Hanura bila dianggap perlu.

Pernyataan Bambang Herawanto itu menyikapi komentar dan sanggahan salah satu pengurus DPD Partai Hanura Jabar Budi Hermansyah yang mengatakan jika pemecatan Aceng sebagai ketua DPD Partai Hanura Jabar dianggap tidak sah karena tidak melalui mekanisme musdalub yang harus diusulkan oleh DPC di Jawa Barat.

Bambang mengatakan tentunya DPP Partai Hanura juga memiliki pertimbangan sendiri sebagai dasar terhadap keputusan pemecatan dan pemberhentian Aceng Fikri.

“Saya pikir Budi Hermansyah lupa bahwa proses pemberhentian Fitrun Fitriansyah selaku Ketua DPD Partai Hanura Jawa Barat sebelumnya pun dilakukan berdasarkan hasil keputusan rapat badan pengurus harian DPP Hanura dengan Ketua Umum Oesman Sapta,” kata dia.

“Padahal saat itu Fitrun sangat mendapat legitimasi dan dukungan penuh para ketua DPC se-Jawa Barat saat itu,” lanjut dia.[ant]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini