Arwani Thomafi

telusur.co.id, Jakarta – Terungkapnya sejumlah penyelundupan narkoba, khususnya terkait dengan aparat Bea dan Cukai yang sukses menggagalkan upaya penyelundupan narkoba dalam jumlah besar belakangan ini, mendapat perhatian seius dari Arwani Thomafi Ketua Fraksi PPP MPR.

Awani yang juga Wakil Ketua Umum DPP PPP ini mengapresiasi kerja aparat Bea Cukai Kepulauan Riau yang telah menggagagalkan penyelundupan narkoba sebanyak 3 ton.

“Ini melengkapi tindakan sebelumnya dengan menggagalkan masuknya Narkoba di Batam 1 ton dan 1,6 ton yang ditotal dengan nominal sekitar Rp 10 triliun,”ujar Arwani melalu keterangan tertulisnya yang diterima redaksi telusur.co.id, Minggu (25/2) di Jakarta.

BACA JUGA :  Dituduh Singgung NU dan Ansor, PPP Desak Osamah Minta Maaf

Menurutnya, peredardan narkoba ke tanah air yang marak belakangan ini, harus dibaca tidak sekadar urusan bisnis narkoba saja. Lebih dari itu, ini merupakan perang
tanpa bentuk/proxy war oleh pihak-pihak tertentu untuk melemahkan, merusak
dan membunuh generasi muda Indonesia.

Karena itu Arwani menegaskan peran Badan Intelejen Negara (BIN) harus lebih ditingkatkan, untuk memastikan pintu masuk ke tanah air seperti bandara, pelabuhan dan jalur-jalur lainnya steril dari upaya masuknya narkoba ke tanah air.

“Aparat keamanan juga harus memastikan jalur-jalur tikus yang potensial dijadikan pintu masuk harus steril,” tandasnya.

Selain itu, Arwani juga berharap agar pemerintah terus mendorong Badan Narkotika Nasional (BNN) dan instansi lainnya untuk semakin giat menggandeng organisasi masyarakat dan pelajar untuk melawan kejahatan narkoba. Cara ini, menurutnya menjadi jalan efektif untuk memastikan generasi muda terselamatkan dari bahaya narkoba.

BACA JUGA :  Tak Membuat Resah Partai Pendukung Jokowi, PPP Sindir Koalisi Keummatan

Arwani juga meminta pemerintah untuk segera memastikan RUU Narkotika dan
Psikotropika yang masuk daftar RUU Prolegnas Prioritas sebagai inisiatif
pemerintah, segera dibahas bersama DPR.

Politik hukum negara dalam menyikapi persoalan narkoba harus disesuaikan dengan perubahan dan perkembangan narkoba yang cukup massif.

“Salah satu yang patut dipertimbangkan dengan meningkatkan status BNN sebagai lembaga negara yang lebih powerfull dalam melakukan penindakan kejahatan narkotika,” pungkasnya (dan)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini