PBB/Net

telusur.co.id – Kegagalan Partai Bulan Bintang melangkah di Pemilu 2019, lantaran para pengurusnya, termasuk Ketua Umum Yusril Ihza Mahendra tidak fokus mengurus partai.

“Konsekuensi memiliki Ketum super sibuk ya seperti ini,” kata pengamat Politik Ray Rangkuti saat dihubungi redaksi telusur.co.id, Senin (19/2/18).

Dirinya menilai, penyebab gagalnya PBB berlaga di pesta demokrasi lima tahunan itu adalah persoalan klasik.

Selain itu, kata dia, semestinya para pemangku jabatan di PBB diberikan juga tugas ekstra untuk bisa memantau persoalan-persoalan di daerah.

“Saya tidak tahun ini kenapa. Inikan klasik, terlambatnya kiriman kehadiran para pengurus di daerah,” kata dia.

Saat ditanya apa sebaiknya PBB melakukan perombakan termasuk mengganti Ketum mereka, Ray menyerahkan ke internal PBB.

“Tinggal mereka saja,” kata dia.

Namun yang pasti, menurut dirinya seorang Ketum haruslah fokus, dan tidak menyibukan diri di luar partai.

“Ketum haruf fokus urus partai,” kata dia.

Kendati demikian, dirinya menyebut PBB masih memiliki harapan untuk maju di Pemilu 2019.

“Inikan belum final. PBB masih miliki harapan. Ada dua langkah yang bisa diambil PBB,” kata dia. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini