telusur.co.id, Damaskus – Dua hari setelah Dewan Keamanan mensahkan resolusi bagi gencatan senjata kemanusiaan selama satu bulan di Suriah,  kini di tengah keengganan gerilyawan Pemerintah Rusia pun menyerukan “jeda kemanusiaan” diberlakukan di Ghouta Timur .

“Presiden Rusia Vladimir Putin menginstrusikan “jeda kemanusiaan” diberlakukan setiap hari di Ghouta Timur, Suriah, untuk memungkinkan pengungsian warga sipil dari daerah yang dikuasai gerilyawan,” kata Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, Senin (26/2).

Ia mengatakan di dalam satu pernyataan jeda kemanusiaan akan diberlakukan dari pukul 09.00 waktu setempat (14.00 WIB) sampai 14.00 waktu setempat (19.00 WIB) setiap hari mulai Selasa.

Lokasi koridor kemanusiaan akan diumumkan belakangan, kata pernyataan tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi. Namun beberapa sumber setempat mengatakan koridor itu akan beradai di penyeberangan Wafidin antara daerah yang dikuasai gerilyawan di Ghouta Timur dan daerah yang dikuasai pemerintah.

BACA JUGA :  PBB Sumut Berang, Awaludin Sibarani : Penguasa Takut Yusril Nyapres..!

Pengumuman tersebut dikeluarkan cuma dua hari setelah setelah Dewan Keamanan PBB mensahkan Resolusi 2401, yang mengharuskan semua pihak di Suriah untuk segera menghentikan bentrokan dan menyediakan jeda kemanusiaan yang berkelanjutan selama sedikitnya 30 hari.

Resolusi PBB itu telah mengeluarkan kelompok yang dicap sebagai organisasi teror seperti IS dan Front An-Nusra –yang memiliki hubungan dengan Al-Qaida, sementara pertempuran melawan kelompok tersebut terus berlangsung.

Pengumuman Rusia pada Senin tampaknya tidak sepenuhnya diterima oleh Tentara Islam, kelompok utama gerilyawan di Ghouta Timur, sebab pemimpin badan politiknya Mohammed Alloush mengatakan kelompoknya tidak menolak usul gencatan senjata Rusia tapi tidak menerima pengungsian warga sipil melalui koridor kemanusiaan. Alloush mengatakan kelompoknya tidak dimasukkan ke dalam resolusi Dewan Keamanan PBB.

BACA JUGA :  Sore Ini, Caleg PBB Poros Mekah Deklarasi Dukung Prabowo-Sandi

Namun ia menyatakan orang yang cedera dan mereka yang berada dalam kondisi mendesak dapat mengungsi, tapi warga sipil, pada umumnya, takkan meninggalkan Ghouta Timur, demikian laporan kantor berita Rusia Sputnik.

Sementara itu, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Senin mengatakan, “Situasi di Suriah menimbulkan keprihatinan besar. Pelaku teror yang berada di Ghouta Timur, tidak meletakkan senjata mereka, mereka terus menyandera penduduk lokal, dan inilah alasan mengapa situasi sangat tegang.” (dan/ant)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini