Pengacara Hotman Paris Hutapea. FOTO: Istimewa

telusur.co.id – Pengetahuan hukum Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang melaporkan pengacara terdakwa kasus dugaan korupsi proyek e-KTP Setya Novanto, Firman Wijaya ke Bareskrim Polri dipertanyakan.

Adalah pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang mempertanyakan langkah Ketua Umum Partai Demokrat itu.

“Bapak SBY melaporkan ke polisi pengacara Novanto. Apakah argumentasi dalam persidangan bisa dijadikan sebagai dasar objek pidana?” tanya Hotman dalam video yang viral di medsos, sebagaimana diunggah akun @Lime_return.

Dirinya mencontohkan, “Kalau jaksa misalnya menuntut si A pembunuh, ternyata si A bebas oleh Pengadilan, apakah si A bisa memenjarakan Jaksa atau melaporkan polisi? Tentu jawabannya tidak,” kata Hotman dalam video tersebut.

BACA JUGA :  Waduh, Daftar Penceramah Kemenag Sudah Bertambah 565 Orang

Menurut Hotman, SBY tidak perlu khawatir soal penyebutan namanya di dalam persidangan.

“Jadi Pak SBY tidak perlu khawatyir, kecuali sumpah palsu baru bisa dipidana,” kata Hotman.

Hotman pun menyarankan agar SBY rajin menyaksikan iklan sabun Dettol.

“Pak SBY harus tonton iklan sabu mamah Dettol, jangan terlalu khawati, atau iklannya mau diubah jadi Papah Dettol,” kata Hotman.

Diketahui, SBY didampingi istrinya Ani Yudhoyono melaporkan pengacara Novanto, Firman Wijaya, ke Bareskrim Polri, Selasa (6/2/18), sekitar pukul 16.50 WIB.

“Saya sebagai warga negara yang menaati hukum, tetapi juga ingin mencari keadilan. Secara resmi hari ini saya mengadukan Saudara Firman Wijaya yang saya nilai telah melakukan fitnah dan mencemarkan nama baik saya berkaitan dengan permasalahan e-KTP,” kata SBY kepada wartawan seusai membuat laporan. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini