Ilustrasi/Net

telusur.co.id – Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dipilih menjadi tempat untuk simulasi pengamanan Pilkada serentak tahun 2018.

Menurut Asisten Operasi Kapolri, Irjen Irawan, dipilihnya Kalbar dalam melakukan simulasi tersebut, sekaligus untuk memetakan kerawanan konflik pada penyelenggaraan Pilkada serentak 2018, baik di Kalbar maupun daerah lainnya di Indonesia.

Simulasi tersebut, kata dia, juga untuk melihat kesiapan pengamanan Pilkada serentak tahun 2018, di wilayah Polda Kalbar, dan sinergisitas TNI dan Polri serta instansi lainnya.

“Setelah dilakukan simulasi Sispam di Kalbar, maka juga akan diikuti oleh daerah lainnya di seluruh Indonesia, yang akan melaksanakan Pilkada serentak tahun 2018,” kata Irawan usai menghadiri simulasi pengamanan Pilkada serentak 2018, di Pontianak, Kalbar, Selasa (6/2/18).

BACA JUGA :  Quick Count Indo Barometer: Ganjar-Yasin 59,65 Persen

Ditambahkan, alasan dilibatkannya TNI dalam pengamanan Pilkada, karena tidak ada pasukan lainnya yang bisa diperbantukan, karena seluruh Indonesia rata-rata menyelenggarakan Pilkada.

Berbeda dengan Pilkada di Jakarta sebelumnya, sehingga bisa diperbantukan Brimob dari seluruh Indonesia untuk mengamankan penyelenggaraan Pilkada tersebut.

“Oleh karena itulah, kami meminta bantuan kepada TNI dan instansi terkait lainnya dalam pengamanan Pilkada serentak mendatang,” katanya.

Menurutnya, ada sekitar 300 ribu personel Polri dan TNI yang akan dilibatkan dalam pengamanan Pilkada serentak 2018, yang terdiri dari 191 ribu personel Polri, dan 110 ribu personel TNI. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini