telusur.co.id, Denpasar – Cawagub dari Koalisi Rakyat Bali (KRB), Ketut Sudikerta mengatakan bahwa pihaknya bersama Rai Mantra mengaku memilih maju di helatan Pilgub ini sebagai amanah untuk melanjutkan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat Bali.

“Memang itu yang harus saya lakukan. Dalam membuat kemajuan Bali harus kits melaksanakan pembangunan. Itulah saya mau berpasangan dengan Rai Mantra atas dasar kepentingan rakyat Bali,” terangnya saat menerima dukungan dari Pasemetonan Arya Wang Bang Pinatih se-Bali, di Rumah Apresiasi Mantra-Kerta, Renon, Denpasar, Sabtu (3/2/2018).

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya memiliki program bernama Nawa Candra. Program itu merupakan sinergitas antara program-program di sembilan kabupaten kota dengan provinsi dan Nawa Cita Presiden Jokowi untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kami punya Nawa Candra, Nawa itu sembilan, Bali punya sembilan kabupaten/kota untuk menunjang itu harus disinari bulan, Candra yang menyinari sinar sucinya ke masyarakat dan pemimpinnya,” tegasnya.

BACA JUGA :  Wah... Bantah Pernyataan Hasto, Cok Rat Kembali Tegaskan Dukung Rai Mantra

Tak hanya itu, Mantra-Kerta juga menegaskan akan membangun Bali yang Madani yakni maju, aman, damai, dan harmoni berlandaskan Tri Hita Karana.

“Visinya terwujudnya Bali yang Shanti, Jagadhita berlandaskan Tri Hita Karana. Misi kami mewujudkan Bali yang Madani yakni maju, aman, damai, dan harmoni,” paparnya.

Salah satu, pengimplementasian program itu yakni penguatan adat dan budaya di masyarakat. Khusus untuk pembangunan ekonomi kerakyatan Mantra-Kerta juga menawarkan untuk penguatan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di seluruh Bali dengan memberikan penguatan permodalan.

“Bagaimana bentuk implementasi visi dan misi itu, salah satunya penguatan adat dan budaya, dari sisi ekonomi LPD penguatan dari sisi permodalan, yang belum kita bangun totalitasnya,” ucpanya.

Bahkan, pihaknya apabila terpilih pihaknya juga akan menggenjot pembentukan LPD-LPD di desa-desa yang belum terbentuk. Menurutnya, hingga saat ini masih ada 50 desa yang belum memiliki LPD.

BACA JUGA :  Yah, Koalisi Rakyat Bali Batal Umumkan Nama Calon, Ini Sebabnya!

“Karena di Bali ada 1488 desa pekraman, masih kurang 50 yang belum memiliki LPD, itu yang harus kita tuntaskan, LPD ini sebagai penguatan ekonomi kerakyatan,” imbuhnya.

Terkait Program 4G, Sudikerta menegaskan akan menjalankan prpgram 4G (4 program gratis). Salah satu program yang digagas untuk meringankan beban masyarakat dalam bidang budaya, dengan menggelar ngaben dan nyekah massal secara gratis.

Selain itu, dibidang pendidikan, dipastikan tahun 2018 seluruh sekolah SMA/SMK di Bali yang berjumlah sebanyak 129 sekolah akan digratiskan biayanya. Demikian pula  dalam bidang kesehatan dan pertanian dengan pupuk gratis.

“Agar produktivitas sektor pertanian meningkat, semua subak di Bali kita berikan pupuk gratis. Selain itu, bibit juga akan disubsidi,” tegasnya. Dibidang infrastruktur dipastikan pembangunan tol dan bandara untuk memeratakan pembangunan Bali selatan dengan Bali utara akan segera dibangun. (Made Ariawan/Rls)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini