telusur.co.id – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo memima Kementerian PUPR untuk melakukan investigasi atas kegagalan bangunan underpass di Perimeter Selatan Bandara Soetta.

Jika ditemukan adanya kelalaian dalam pengerjaan konstruksi, sanksi tegas harus diberikan kepada penyedia jasa konstruksi.

“Sekali lagi kami prihatin atas berbagai musibah yang berulang terkait dengan pekeriaan konstruksi. termasuk robohnya dinding underpass di Bandara Soetta ini. PUPR harus segera turunkan tim ahli untuk memeriksa ada tidaknya kegagalan bangunan,” kata Sigit melalui keterangan tertulisnya, Rabu (7-2).

Jika mengacu pada umur underpass yang baru digunakan pada November 2017, Sigit menduga ada kegagalan bangunan dalam proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya tersebut.

BACA JUGA :  Alasan Kedaulatan, Indonesia Tolak 53 Visa WN Israel

Jika kualitas pekerjaannya baik dan desainnya sudah tepat, tentu dengan masa penggunaan baru 3 bulan kecil kemungkinan bisa roboh, karena semua sudah diperhitungan dengan matang, termasuk tekanan air yang bisa menyebabkan Iongsor. “Kemungkinan besar ada kegagalan bangunan,” Kata Sigit.

Untuk memastikan ada tidaknya kegagalan bangunan dalam proyek underpass Bandara Soetta, Sigit meminta Kememerian PUPR segera menurunkan penilai ahli.

Berdasarkan UU No. 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, Memeri harus menetapkan penilai ahli untuk memeriksa tingkat kepatuhan terhadap Standar Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Keberlanjutan dalam penyelenggaraan Jasa Konstruksi. menetapkan penyebab terjadinya Kegagalan Bangunan serta menetapkan pihak yang bertanggungjawab.

BACA JUGA :  Punya Perjanjian, PKB Tetap Dukung Jokowi

Jika nanti terbukti ada kegagalan bangunan. Sigit meminta pihak penyedia jasa dalam hal ini PT Waskita karya untuk bertanggung jawab sebagaimana diatur dalam pasal 63 UU Jaskon.

“Jika memang nanti penilai ahli menemukan adanya kegagalan bangunan, Penyedia Jasa wajib bertanggung jawab atas Kegagalan Bangunan, termasuk memberikan ganti rugi.” Kata Srgit.

Tak hanya itu, Sigit juga meminta agar ada sanksi tegas. Sebagaimana diatur dalam pasal Pasal 96 setiap Penyedia Jasa dan/atau Pengguna Jasa yang tidak memenuhi Standar Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Keberlanjutan dalam penyelenggaraan Jasa dikenai sanksi administratlf berupa peringatan, denda hingga pencabutan Ijin. ( red )

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini