telusur.co.id – Sampah yang berserakan sepanjang bantaran Kali Ciliwung, yang terkumpul sebagai imbas meluapnya sungai telah diangkut ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Menurut Pengawas Unit Pengelola Kebersihan (UPK) Badan Air Jakarta Timur, Korip Muhajir, sampah-sampah tersebut ada sekitar 3.000 ton.

“Kurang lebih 3.000 ton sampah yang diangkut,” kata dia saat ditemui di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Sabtu (10/2/18).

Disampaikan, untuk mengakut sampah-sampah tersebut, pihaknya menerjunkan 300 orang personil UPK Badan Air.

Di tengah curah hujan yang deras, pihaknya mengantisipasi agar sampah-sampah yang terbawa aliran sungai tidak menyumbat saluran air dan mengimbau warga untuk tidak membuang sampah ke saluran air dan sungai.

Untuk itu, personil UPK dari tiap kecamatan dan alat berat serta peralatan kebersihan lain disiapsiagakan untuk mengatasi masalah sampah usai banjir.

“Banjir tidak permanen tidak lama, apabila air di kali stabil langsung surut, sampah ini yang menyumbat aliran air,” ujarnya.

Jika status ketinggian air siaga satu dan sampak terbilang banyak, kata dia, maka semua personel diturunkan. [ant]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini