Foto: net

telusur.co.id – Ketua Persatuan Perusahaan Penggilingan Padi (Perpadi), Jembrana I Putu Sentana mengatakan, Harga beras di wilayahnya masih tinggi melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kami membeli gabah masih dengan harga tinggi,” kata Ketua Persatuan Perusahaan Penggilingan Padi (Perpadi) Jembrana I Putu Sentana, di Negara, Jumat (16/2/18).

Menurutnya, walau Bulog dan pemerintah kabupaten setempat sudah melakukan operasi pasar. tak berpengaruh dengan harga beras.

“Mereka beralasan, biasanya pada awal tahun selalu mengalir banyak pasokan beras dari luar Bali, tapi tahun ini hingga bulan Februari tidak ada pasokan,” katanya.

BACA JUGA :  Harga Cabai dan Beras Naik, Pihak Kementan Tunjuk "Hidung" Pedagang

Sementara itu, Kepala Bidang Pangan Dan Penyuluhan, Dinas Pertanian Dan Pangan Jembrana I Nengah Ribawa mengatakan, saat ini beberapa wilayah sentra pertanian padi sudah mulai panen, dengan perkiraan puncak panen raya pada bulan Maret 2018.

Meskipun harga beras belum turun, ia mengatakan, ketersediaan bahan pangan pokok ini di Kabupaten Jembrana masih tercukupi.

“Apalagi sebentar lagi panen raya. Saat panen raya, biasanya harga beras akan turun atau kembali normal seperti sebelum harganya naik,” katanya.

Saat ini harga beras eceran kualitas medium mencapai Rp11.000 per kilogram atau lebih tinggi Rp1.500 dari HET.

BACA JUGA :  Soal Penggerebekan Beras Bersubsidi, Viva Anggap Salah Kaprah

Beberapa waktu lalu Badan Urusan Logistik (Bulog) bersama Pemkab Jembrana melakukan operasi pasar selama dua pekan yang dilakukan merata di lima kecamatan[ant]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini