Foto: net

telusur.co.id – Center for Budget Analysis (CBA), Maghfira menilai, satuan kerja revolusi mental yang di bentuk Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, hanya menghabiskan anggaran.

Pasalnya, Program yang dilaksanakan unit satuan kerja dengan menghabiskan anggaran Rp 3,5 Miliar salah satunya, pengadaan berupa perlengkapan rompi dan topi.

“Sangat disayangkan. Karena program dan kegiatan yang dilaksanakan tidak sehebat nama Satuan kerjanya “Revolusi Mental,” ujarnya dalam keterangan yang diterimaredaksi telusur.co.id, Jakarta, Selasa (20/2/18).

Maghfira juga melihat, pengadaan 26.000 Pcs, Rompi dan topi dianggap berlebihan. Karena program tersebut tak seperti yang diharapkan publik.

BACA JUGA :  Beri Waktu Lebih, Wenger Yakin Ditangan Henry AS Monaco Bangkit dari Keterpurukan

“Kegiatan atau proyek pengadaan rompi dan topi ini nampaknya dianggap hal yang amat penting, bahkan jumlah rompi dan topi yang diborong sebanyak 26.000 Pcs lebih dari cukup jika dibagikan kepada Suporter Persija yang memenuhi Stadion GBK di piala presiden kemarin.”

Tak hanya itu Menurut Maghfira, harga barang untuk pembelian Rompi dan Topi sebanyak 26.000 Pcs dengan nilai proyek senilai Rp3.510.000.000 terbilang fantastis. Selain mahal dan boros proses pengadaan rompi dan topi yang dijalankan Satuan kerja Revolusi Mental bisa dibilang riskan disalahgunakan karena dijalankan dengan cara metode lelang cepat.

BACA JUGA :  Berlakukan Tarif Barang Senilai 60 Miliar Dolar, China Balas Amerika

Oleh karena itu, CBA mendorong pihak berwenang khususnya KPK untuk segera membuka penyelidikan terhadap program-program yang dijalankan Satuan Kerja Revolusi Mental Menko PMK khususnya pengadaan Rompi dan Topi.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini