telusur.co.id – Menjelang pilpres 2019, tingkat elektabilitas Presiden Jokowi terus menurun. Sebagai inkumben penurunan tingkat keterpilihan Jokowi terlihat dari hasil polling di media twitter yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon akhir pecan kemarin.

Dari 7.210 akun yang ikut memberikan suara, hanya 23 persen yang tetap menginginkan Presiden saat ini terus menjabat. Sementara 2 persen sisanya menyatakan masih ragu dan 75 persen voters menginginkan ada Presiden baru pada 2019.

Menurut Fadli, hasil poling twitter ini sejalan dengan aspirasi yang diterima tiap kali turun ke daerah. Jadi, baik dalam tatap muka langsung maupun melalui dunia maya, mayoritas masyarakat menginginkan perubahan kepemimpinan nasional.

BACA JUGA :  Krisis BPJS Kesehatan Harus di Evaluasi

“Dalam catatan saya, dari berbagai survei, elektabilitas Presiden Joko Widodo sebagai petahana selalu berada di bawah 50 persen. Itu bukan angka yang bagus bagi petahana yang hampir dua puluh empat jam mukanya disiarkan televisi dan media massa lainnya. Jadi, peluang bagi penantang petahana sangat terbuka lebar,” ungkap Fadli melalui keterangan tertulisnya, Selasa.

Apalagi, ujar Fadli, pemilih semakin rasional dan kritis dalam memilih pemimpinnya. Bahkan, menurut sebuah survei SMRC tahun 2017, 20 persen pemilih menyatakan akan memilih berdasarkan bukti yang nyata dari hasil kerja, dan 16,5 persen pemilih sangat mempertimbangkan pengalaman pemerintahan.

BACA JUGA :  Akibat Depresi di Penjara, Tio Sempat Mau Bunuh Diri

Jadi, tanpa butuh mendengarkan kampanye dan kritik dari partai oposisi, para pemilih rasional dan kritis kemungkinanya sangat kecil untuk memilih kembali petahana. ( red )

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini