foto/ net

telusur.co.id – Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaen, mengaku tidak takut dengan ancaman sanksi yang diberikan DPP Partai Demokrat. Bahkan, ia menganggap sanksi sebagai hadiah.

“Sanksi itu hadiah, bukan kiamat,” ungkap Ferdinand Hutahaen melalui akun twitternya, Selasa.

Menurut dia, ancaman sanksi pemecatan atau teguran merupakan hal yang biasa dalam organisasi maupun partai politik. “Dikuburkan juga sendirian, jadi tak usah kalian takut dengan kata sanksi jika kelak kamu sendirian karena berbeda sekalipun, itu hal biasa dalam hidup. Jadi, karena kalian biasa bergerombol di kolam, saya maklumi ketakutan kalian jika sendiri,” ungkap dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pengawas (Komwas) Partai Demokrat, Darmizal akan memanggil Ferdinand Hutahaen, karena Walk Out (meninggalkan ruangan) disaat Presiden Jokowi hadir memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat pada Sabtu 10 Maret 2018 di SCC Sentul.

Sebagai tuan rumah, kata dia, maka seluruh kader wajib hadir untuk mengikuti segala proses kegiatan acara tanpa kecuali. Nah, sikap Ferdinand Hutahaen yang sengaja meninggalkan ruangan karena alasan yang sangat pribadi sudah dapat dipandang sebagai pelanggaran.

“Saya kira dia sudah tidak mematuhi perintah ketua umum yang mewajibkan seluruh kader hadir dan berada diruangan mengikuti rangkaian acara. Sebagai tuan rumah yang baik, kami harus menyambut dan berterima kasih atas kehadiran Bapak Presiden Jokowi lebih dari semestinya,” tandasnya. ( red )

Bagikan Ini :