Oleh: Endin AJ. Soefihara.  –

Danau yang terletak di kota Genewa Swiss itu bernama lacus leman atau popularnya disebut lake Geneva. Danau yang memiliki air mancur dan dihiasi jam bunga ini dianggap sebagai maskot keindahan kota. Hulu airnya berada di Gletser Rhone dekat Grimsel Pass. Setelah air itu mengalir sejauh tujuh puluh tiga kilometer barulah sampai kesitu. Aliran air itu melewati Kanton Valais dan singgah dulu di danau antara bernama Villleneuve dan Le-Boveret.

Dari tepi danau ini melalui jalan bernama Rue de Mont Blanc, pengunjung dapat berjalan kaki menuju pusat transportasi publik yang dapat menghubungkan ke seluruh negara Eropah. Dari sini dalam tempo beberapa jam saja dengan menggunakan kereta cepat sudah bisa sampai di Gare Du Nord atau Gare Saint Lazare, yaitu dua stasiun kereta api di Kota Paris. Stasiun ini pendiriannya diresmikan oleh Marie Amelie, Isteri Raja Prancis Louis Philippe pada 24 Agustus 1837. Kemudian lokasi ini dikenal dengan nama Embarcadere des Batignolles.

Di Genewa, setiap tahunnya pasti ada saja festival Internasional digelar. Gedung Palais des Nations selalu ramai dikunjungi pelancong. Gedung International Red Cross and Red Cressent Museum juga berada disini.

Selain itu, tetangga kota Genewa juga menawarkan keindahan yang sangat mengundang pesona untuk dikunjungi seperti Schilthorn and Piz Gloria, penonton film James Bondon Her Majesty’s Secret Service”, pasti tidak asing dengan lokasi ini. The Schilthorn terdapat di Pegunungan Alpen, sedangkan Piz Gloria adalah sebuah restoran berputar di puncak gunung Schilthorn. Kabarnya restoran ini merupakan restoran berputar pertama di dunia.

Tak heran bila anggota parlemen atau pejabat Indonesia selalu ingin singgah di kota ini, dalam kunjungan resmii atau sekedar melancong. Bila punya kedudukan sebagai anggota parlemen memang banyak punya kesempatan bepergian keluar negeri atas biaya negara, misalnya mengunjungi suatu negara atas nama grup kerjasama bilateral, sebagai anggota komisi , mewakili alat kelengkapan dewan, duduk menjadi anggota panitia khusus sebuah rancangan undang-undang.

Lebih nyaman lagi bila menduduki posisi tertentu yang tergolong pimpinan lembaga negara itu, dapat diikutsertakan dalam berbagai kunjungan muhibah, pertemuan parlemen tingkat regional maupun dunia. Pendek kata berjalan ke luar negeri jika nu rek ka cai (istilah orang sunda: seperti masuk kamar mandi).

Di sepanjang jalan Rue de Mont Blanc berjejer tak terhitung toko arloji atau jam tangan dengan beragam merek ternama, berbagai arloji di pajang dalam etalase tembus pandang, lengkap dengan daftar harganya, siang maupun malam dalam kondisi pertokoan tutup atau terbuka, para pemilik toko tak ada rasa takut secuilpun akan dibobol maling, negeri ini sangat aman suraman.

Arloji sebagai alat pengukur waktu adalah kata serapan yang diambil dari bahasa Spanyol yaitu Relojeria atau Relojio dari bahasa Portugal sewaktu para pelaut kedua negeri ini mampir ke Nusantara beberapa abad silam.

Dulu laki-laki menggunakan jam kantong, meniru perempuan yang suka pakai gelang dan agar lebih praktis Robert Dudley dari Inggris atau ada juga yang menyebut Abraham Louis Breguet menciptakan jam tangan.

Mengingat negeri Swizerland terkenal akan jam tangannya, Bagi para pelancong bila sudah sampai sini, tak elok bila tak menjingjingnya ke tanah air sebagai buah tangan, gumam seorang pria berjas lengkap, berdasi agak kemerah-merahan yang sejak tadi menyusuri trotoar jalan ini, kemudian mengintip etalase Crono Time Boutique sebuah toko yang sangat komplit menawarkan berbagai jenis pilihan arloji.

Malam itu, saking asyiknya tengok sana-tengok sini, Tokoh kita yang satu ini, menyenggol seorang pejalan kaki berpenampilan perlente, berparas tegap dan berkulit gelap yang tengah melintas, sepertinya dia seorang diplomat asal negeri Afrika.

Karena merasa bersalah, tokoh kita ini dengan sigap berucap dalam bahasa Inggris seadanya.

oh I.am sorry …

-“oh yes, no problem Sir, I,am sorry too..” , jawab pejalan kaki itu dengan nada sangat ramah.

“ Lho kok dia bilang maaf dua, wah kalo begitu saya harus lebih ramah lagi, pikir tokoh kita dalam hatinya.
I.am sorry three”……

– “what for?, balas pejalan kaki tadi.

“ kok dia bilang empat , kalao begitu saya mesti tambah biar menunjukan penghargaan lebih tinggi
… I.am sorry five”.

Are you sick”, timpal pejalan kaki, dalam aksen kata yang fasih mencuatkan raut wajah penuh tanya.

“ …kok dia bilang enam , tentu saya tak boleh kalah sopan …
.oh…ya, “I.am sorry seven mister

Sekarang pejalan kaki itu mulai bingung, dengan penuh maklum disapanya tokoh kita ini baik-baik….

…… “Are you citizen here, …my brother…..

Sambil tersenyum lebar tokoh kita ini membalas ucapan pejalan kaki itu dengan menambah sedikit gaya. Hatinya berbisik, biar dia tahu, ini orang pake tanya merek jam tangan segala.

Sambil menjulurkan tangan sebelah kanan dan sedikit menarik lengan jasnya dia berucap

No, no, no ….it is Rolex …it is Rolex … biar tahu orang ini kok jam tangan aku dibilang Citizen.”

Bagikan Ini :