Bakso, makanan khas Indonesia untuk segala umur, tak mengenal suku ataupun etnis, pangkat ataupun golongan. Jenis makanan bola daging ini, biasanya terbuat dari campuran tepung terigu dengan daging giling, dihidangkan dengan kuah panas ditambah bumbu penyedap cocok menjadi santapan penghangat.

Sajian bakso ini bisa ditemukan dimana saja dibilangan restoran berbintang ataupun penjaja kaki lima. Berbeda dengan menu “Bakso Matador” mesti pergi ke nun jauh disana, yakni ke negeri Spanyol.

Dulu, sekitar abad ketujuh sewaktu negeri ini bernama Andalusia punya pemimpin bernama Musha bin Nushair dan Tariq Abdul Aziz, kedua tokoh ini menyebarkan Islam ke hampir seluruh semenanjung Iberia. Jejak peninggalan Islam disini masih tegak berdiri, seperti Mesjid Cordova (Mosquita) yang berubah menjadi gereja, Pusat Pemerintahan Alhambra dan Katedral di Sevilla.

lslam di Andalusia luluh lantak pada pertengahan abad ke-17. Pada awal-awal runtuhnya Islam, yaitu sewaktu Andalusia dipimpin Raja Philip II, sekitar tahun 1560 an masehi pernah ada aturan larangan mandi bagi kaum muslimin. Siapa saja yang kedapatan mandi atau ada tanda-tanda bekas mandi akan mengalami hukuman.

Serombongan pria wanita berkostum perlente, delegasi muhibah kerjasama antar parlemen tengah bergerombol di depan Bulls Ring El-Estadio, sebuah stadion tempat pertandingan adu kuat antara banteng dan manusia, di pinggir Kota Madrid, Spanyol.

BACA JUGA :  Setelah Gagal Di Piala Dunia, Ramos Nikmati Liburan Bersama Keluarga

Satu jam yang lalu, mereka usai menyaksikan seekor banteng besar patah lehernya dipiting seorang Matador muda kelahiran Almeria pesisir semenanjung Mediterania. Bangunan stadion ini arsitekturnya masih menyisakan tanda-tanda peninggalan Andalusia abad sepuluh Masehi.

Tariq Suwaidan, penulis buku dari Puncak Andalusia – menyebutkan bahwa dulu daerah ini banyak dihuni oleh kaum vandal, orang-orang berlomba berbuat zalim, bersaing mendapatkan harta dan kemewahan serta menjadi pemukiman kaum vandal, maka disebutlah sebagai Vandalusia. Orang Arab yang datang kemudian meringkasnya menjadi Andalusia.

Bagi pengunjung Bull Fighting tak lengkap bila wisata di arena stadion ini tidak diakhiri dengan menikmati hidangan daging rebus panas sajian Cornido La Cafetaria, yang letaknya di pojok selatan stadion, sebut saja namanya “Bakso Matador”. Menu ini tidak selalu tersedia, karena akan sangat tergantung dengan ada atau tidaknya seekor banteng yang terbantai.

Sajian sepesialnya sangat khas, yaitu terpedo banteng yang ditaklukan oleh matador jagoan satu jam yang lalu. Kini sudah tersaji dalam mangkok–mangkok, dibanjiri air kaldu ditambah sedikit cairan minyak zaitun.

“Nikmatnya luar biasa, dan boleh di ulang,” ikrar semua anggota rombongan. Zaman dulu, sajian ini biasa menjadi menu pendorong semangat pelaut Spanyol untuk mencari daerah taklukan baru. Konon dalam pelayaran Columbus mencarai benua baru, bakso matador menjadi santapan spesial.

BACA JUGA :  Indonesia-Spanyol Tingkatkan Kerjasama Teknologi Keselamatan Jalan dan Jembatan

“Sebelum pulang kita sempatkan ke sini lagi ya…,” usul kepala rombongan kepada seorang pemandu dari kantor perwakilan.

Menjelang kepulangan mereka, beberapa jam sebelum menuju bandara Adolfo Suares Barajas Madrid, di tempat yang sama seluruh rombongan duduk melingkar dengan semangkok bakso ditangan masing–masing.

Mungkin karena sudah yang kedua kali, rasanya tidak begitu nendang, “iya dagingnya terasa kenyal,” celetuk anggota parlemen perempuan dari partai berkuasa, “tapi kan habis juga,” sergah anggota yang lain lagi.

“Bila terasa beda rasa dengan waktu kunjungan pertama, harap maklum, karena jamuan ini terpaksa kami berikan menjelang kepulangan para tamu terhormat,” ungkap juru masak bernama Dos Marios Baecos yang sdh belasan tahun mengolah menu ini, ujarnya sambil menunduk.

Seorang anggota rombongan bertanya “kenapa rasanya tidak selezat saat kunjungan pertama”. “Sebagai informasi,” juru masak melanjutkan penjelasannya, “ bila kurang lezat dan terasa kenyal, mohon maklum, pertarungan satu jam yang lalu yang kalah Matadornya”……,” Hah….!!??!!

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini