Para dokter ahli penyakit jantung tengah bermusyawarah untuk menentukan bentuk penghormatan kepada seorang maha guru dibidang ini yang baru saja meninggal dunia. Mereka ahirnya sepakat meletakkan prasasti bergambar jantung manusia sebagai pelambang keluhuran, keagungan dan keilmuan almarhum diatas pusaranya.

Benda itu bisa menjadi identitas seseorang, bentuknya bisa tutup kepala, pakaian, pangkat atau lainnya yang penting bisa menggambarkan kebesarannya.

Kerajaan Majapahit, sewaktu dipimpin Raja Hayam Wuruk tahun 1350 – 1389, perlambang kekuasaannya berbentuk penutup kepala yang telah di “kramatkan” namanya Mahkota Raja Makuto Hamangkoro. Benda ini dianggap memiliki keajaiban karena dapat menyesuaikan dengan ukuran kepala yag memakainya, tapi tak bisa dipakai oleh sembarang orang.

Swaktu Majapahit dibawah kepemimpinan Kerthabhumi dikalahkan oleh pasukan Panembahan Jin – Bun dari Demak, Mahkota itu kabarnya juga ikut raib – “Sirna ilang kertaning bumi”.

Menurut mitologinya benda atau makhkota yang hilang ini sesuai dengan sumpah Sabdo Palon dan Naya Genggong suatu saat akan muncul kembali.

Para pembesar agama katolik menjadikan tutup kepala sebagai mahkota, disebut Mitra, ada tiga macam Mitra yang biasa dipakai , yaitu:

BACA JUGA :  Satu IDI, To Infinity and Beyond!

Kesatu, Simplex, dikenakan untuk upacara pemakaman dan misa jumat agung.

Kedua, Pretiosa, untuk ibadah mingguan dan hari raya. Ketiga, yaitu Auriphrygiata, tutup kepala yang berbahan kain dari benang emas atau sutera putih dan bersulamkan benang emas atau perak hanya dipakai bila ada sakramen.

Sebuah mahkota bernama KOH I. Noor, yakni berlian berbobot 186 karat diyakini memiliki keajaiban bagi pemakainya, siapa yang memakai akan menguasai dunia, karena itu mahkota ini diperebutkan para kaisar, awalnya milik Raja Malwa. Kemudian tahun 1500 direbut Sultan Barbur dari Moghul – lalu dijadikan hiasan salah satu mata burung merak singgasana agung Syah Jahan di Taj Mahal.

Setelah direbut Nadir Syah dari Persia, permata itu digadaikan sebagai jaminan kalah perang kepada Ratu Victoria dari Inggris, sekarang kabarnya mahkota mahal ini terpasang sebagai symbol kerajaan Inggris dan tersimpan di Menara London.

Ada juga mahkota yang dilambangkan melalui ungkapan kata kata, sebagaimana Sri Sultan Hamengkubuwono IX disebut sebagai “Kanjeng Sultan Hamnegkubuwono Senopati Ing NGalogo Abdurahman Sayidin Panoto Gomo Kalifatullah Ingkang Kaping Songo”.

BACA JUGA :  Soal Gugurnya Ratusan KPPS, Komunitas Dokter Desak Bentuk TGPF Independen

Raja Abdullah bin Abdulaziz Al Saud menyebut kekuasaannya sebagai – “Khodamul Haramain” – pelayan dua tempat suci Mekkah dan Madinah.

Lady Diana, swaktu masih menjadi isteri Pangeran Charles dinobatkan mejadi Her Royal Highness Princess of Wales. Peristiwa di stadion sepakbola Estadio Azteca Mexico City Juni 1986, ketika Diego Maradona memasukkan bola ke gawang Inggris dalam partai final piala dunia sepak bola – dijuluki – “Gol Tangan Tuhan”.

Rombongan pengantar jenazah telah usai mengikuti pembacaan talqin mayit dan mendoakan arwah almarhum. Para dokter sibuk memasang batu nisan bergambar jantung manusia diatas pusara sang dokter ahli penyakit jantung.

Tiba-tiba disamping pusara terdengar suara kencang seseorang tertawa terbahak-bahak memecah kesedihan para pentakziah “Maaf-maaf, saya tertawa bukan bermaksud meluapkan kegembiraan dalam suasana duka ini, saya hanya ingin mentertawakan diri sendiri saja, pasalnya saya ini Professor doktor dokter spesialis penyakit kelamin…. Nanti kalau saya meninggal batu nisan kubur saya gambarnya apa??

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini