Oleh: Endin AJ. Soefihara.  –

Sepasang suami istri terlihat duduk mesra di Picadilly Terrace Café, tempat minum teh sore bergengsi di Trafalgar Square Westminister London. Sang istri tengah sibuk memilih jenis teh apa yang akan diminumnya. Ada dua puluh lebih jenis yang ditawarkan, diantaranya teh Healthy Afternoon Tea yang disajikan bersama sirip ayam asap, camilan sandwich roti spelt chapatti, salmon laut rebus yang diolesi evaporated milk dan ditaburi bubuk gandum hitam dengan daun sawi putih.

Trafalgar Square menjadi salah satu tempat ternama di kota London, terkenal dengan jamuan minum teh sore hari (afternoon tea), melengkapi yang lainnya seperti Istana Buckingham, Westminster Abbey, Stadion Wimbley dan Picadilly Circus, Mata London (London eye) dan Menara Jembatan (Tower Bridge).

Atas usul sang istri mereka memesan Bai Hao Yinzen, sejenis teh putih yang dibuat dari pucuk daunnya tanpa proses oksidasi. Jenis daun teh ini harus dilindungi dari sinar matahari agar tidak mengalami Klorofi, harganya pun terbilang mahal. Penambah sajiannya bisa dipesan white bread dengan baluran kapulaga krim atau almond cake dengan mayones keju dan irisan tipis mentimun Monroe. Sajian ini terhidang di atas piring porselen berwarna bauran putih keemasan berlabel picatto panco porselen.

“Mengajak bersantai istri kesini, bukan tanpa maksud, saya berharap bisa menghibur dan mengobati kebiasaan cerewet sang istri yang tak kenal tempat dan waktu. Istri saya kalau sudah merepet persis kayak bunyi kembang api malam tahun baruan.
Istri saya, memang sering tak bisa menyesuaikan diri dengan tatakrama protokoler, kebiasaan buruk cerewet dan melampiaskan kecemburuan sering tak tertahankan”.
Sambil duduk diatas sofa berwarna pisthacio kuning kemerahan buatan akhir abad 18 an, Lelaki itu menoleh sang istri, kemudian membuka percakapan,

BACA JUGA :  PAN Mulai Tak Yakin Ada Poros Ketiga

“Beruntung kita sudah sampai di London sini, negeri yang punya segudang sejarah menggegerkan dunia”, Diantaranya kisah Henry VIII, Raja kerajaan Inggris dan penguasa Irlandia dari Dinasti Tudor yang bertahta sejak 24 Juni 1509 sampai 28 Januari 1547.
Raja Henry VIII, punya istri 6 (enam), Catherine of Aragon, Anne Boleyn, Jane Seymour, Anne of Cleves, Catherine Howard dan Chatherina Paar.

Untuk bisa kawin lagi dan menceraikan istri, dia keluar dari gereja Katholik Roma dan membuat gereja sendiri bernama Anglikan, sehingga menimbulkan perseteruan antar sesama gereja Katholik.

Ketegangan Inggris dan Vatikan terus berlanjut, sedikit mencair saat Paus Yohanes II melakukan kunjungan Pastoral pada tahun 1982, dilanjutkan dengan kunjungan resmi kenegaraan pertama kali oleh Paus Benedictus XVI ke Inggris dan bertemu Ratu Elizabeth II yang notabene sebagai pemimpin tertingi gereja Katholik Anglikan September 2010.

BACA JUGA :  Tak Mau Melanggar Etika, Sandiaga Batal Jadi Pembicara Di Acara Mahasiswa

Raja Henry VIII, punya cara efektif dan jitu untuk membungkam agar istri tidak cerewet, cemburuan atau bertingkah lainnya apalagi berontak. Dua istrinya yaitu Catherine Howard dan Anne Boleyn karena dianggap tidak setia diperintahkan sang raja untuk dipenggal”.

Waktu seminuman teh telah selesai, sewaktu istrinya izin ke rest room, seorang teman menghampiri saya lalu berucap

“Tuan yang terhormat, memanjakan istri untuk tidak cerewet dan cemburuan itu mudah apalagi kalau mengingat petuah kokolot lembur (orangtua di kampung) dari Haurseah Cijulang Pangandaran, tidak perlu jauh-jauh mengarungi udara ribuan kilometer datang ke negeri ini, caranya begini;

Pertama, pegang tangan istri erat-erat, belai jari manisnya dan usap telapak tangannya dengan penuh kelembutan.

Kedua, tatap mata istri dalam-dalam, perhatikan jumlah kedipannya sambal pegang lembut alis tipisnya.

Ketiga, Belai daun telinganya kemudian raih pundaknya dan peluk pelan-pelan.

Bila langkah itu telah dilaksanakan tapi istri tetap cerewet, cemburuan dan terus saja berceramah tanpa aturan laksana di panggung hiburan, baru lakukan langkah Keempat, yaitu….…… dekat kan mulut ketelinga sang istri lalu bisikan “Tong gandeng goblok – era kubatur”…….. (jangan berisik- bodoh- malu sama orang lain).

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini