Ilustrasi Pawang Wanita Turki dan Gajah

Oleh: Endin AJ. Soefihara.  –

Mengenakan atribut sesuai kesukaannya, para pawang dari berbagai negeri tampil bergiliran, peserta pertama – Sirajav Khan pawang India yang terkenal karena berhasil membawa gajah jalan–jalan di Ambassador Mall Bombay tanpa resiko. Dilanjutkan Maridok Drion dari Benin, kemudian Milusus Phuseu dari Yunani, diteruskan Mendaos Pharimo dari Iberia, semua gagal total tidak ada yang berhasil.

Gajah yang menjadi objek lomba adalah berjenis Afrika dan berbobot 2000 kilo gram lebih. Apa beda Gajah Afrika (Loxodonta Africana) dengan Gajah Asia (Elephant maximus), ternyata pada bibir dan gadingnya. Gajah Afrika di ujung belalainya mempunyai dua bibir, gajah jantan dan betina sama–sama punya taring gading. Sedangkan gajah Asia hanya yang jantan yang bertaring gading dan ujung belalainya cuma punya satu bibir, telinganyapun agak kecil.

Berdasar asal–usul keturunan hewan terbesar di dunia ini (Familia elephantidae), sebenarnya cuma ada satu jenis yang terbagi dalam dua spesies besar yaitu rumpun gajah Asia dan gajah rumpun Afrika. Ada juga yang bilang negeri Nusantara punya tipologi tersendiri, yaitu Gajah Kuntet (Pygmy elephants) atau disebut juga Gajah Borneo (Elephant maximus Borneensis).

Bila sedang berada di perkampungan gajah, jangan sembarang buar air kecil. Prof. Phyllis Lee, seorang ahli zoologi yang sebagian hidupnya berada di pedalaman Kenya untuk meneliti tabiat gajah, bertemu bukti bahwa seekor gajah jantan akan muncul seketika bila mengendus bau amoniak air seni dan terus akan membuntuti, karena ini cara gajah jantan mengetahui ada seekor gajah betina yang sedang bergairah. Jadi jangan samapai gara –gara buang air kecil sembarangan terus terusan dibuntuti dikira lawan mainnya.

Muangthai, negeri yang punya julukan gajah putih – Konon setiap tahun menyelenggarakan perhelatan mengumpulkan para pawang gajah dari seluruh dunia untuk berlomba kedigdayaan dalam hal meminta gajah mengangkat satu kaki bagian belakangnya dan menyuruh gajah menggelengkan kepala ke kiri dan ke kanan.
Perhelatan nan ramai ini terpusat di –Elephant Dome Terminal– dihadiri begitu banyak pengunjung. Raja dan keluarga duduk di singgasana warna kuning, para pejabat negara nampak di tribun khusus, karcis masuk selalu sold out (terjual habis).

Di lapangan, peserta berikutnya tengah tampil Kenney Takla Kidan, pawang kenamaan asli dari Abessynia, negeri yang sekarang disebut Ethiophia ini sekitar tahun 571 an Masehi pernah memiliki armada gajah yang sangat masyhur dibawah pimpinan Abrahah juga jeblok. Kemudian Yamego Singole Ozelin mewakili Burkina Paso juga bernasib sial. Berikutnya kontestan dari negeri pemilik hutan binatang terbesar di dunia- Tanzania, namanya Kenyeta Nossim Nyerere juga kandas. Pendek kata semua pawang bergengsi itu gagal total menyerah lunglai.

Kini tampil ke lapangan, seorang pawang perempuan, sebagai satu satunya peserta. Melihat tampangnya sungguh tidak meyakinkan sebagai seorang pawang, gadis ini berbadan sedang dan jalannya agak menunduk. Yang menarik, dia memakai Kopiah hitam agak koplok (longgar) menutupi kerudung warna merahnya. Kendatipun begitu hidungnya yang mancung dan bola mata turkiesnya tetap nampak mempesona.

Dihampirinya gajah besar spesies Afrika itu, dibelainya lembut, mulai dari punggung turun menyusuri bagian pinggang kemudian ke kaki. Sesampainya di sekitar paha bagian dalam, diraba dan diusapnya pelan–pelan torpedo gajah yang menggantung itu….. Setelah sentuhan dianggap cukup, dengan menggunakan dua tangan, torpedo Gajah itu ditariknya ke bawah sekuat tenaga….. Saking tidak kuatnya menahan sakit, Gajah yang beratnya lebih dua ton ini mengangkat kakinya sebelah kanan………………mendadak sontak ……………. Hadirin bersorak………….

Langkah Berikut pawang bernama Siti Asmu Sri Asmunah, kelahiran Balik Bukit Negeri Sakti dan besar di distrik Kedongdong Kurungan Nyawa ini, memang sejak kecil sewaktu tinggal di Way Kambas sudah akrab bercengkerama dengan gajah,….. kembali beraksi.

Dihampirinya telinga gajah, dibenamkan mulutnya dalam-dalam pada daun telinga gajah itu, sambil berbisik mesra ……………”Hai gajah, kamu mau nggak gua tarik lagi torpedomu seperti tadi….” Rupanya karena tak sanggup dan takut mengulangi rasa sakit seperti telah dialami sebelumnya, gajah ini menggelengkan kepalanya berulang-ulang ………….. horeeeeeee…..horeeeeee……..sorakan hadirin menggelegar memecah stadion. [***]

Bagikan Ini :