Foto: net

telusur.co.id – Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) AM. Hendropriyono tak ingin mempersoalkan metode pengobatan “cuci otak” yang dipakai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) dr. Terawan Agus Putranto.

“Buat saya sebagai pasien yang penting saya sembuh. Masa bodoh itu teori diakui atau tidak, itu persoalan di sekolahan sana. Yang penting rakyat sembuh,” kata Hendro di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (13/4/18).

- Advertisement -

Menurut, mantan ketua Badan Intelijen Negara (BIN), jika Terawan dilarang membuka praktek, jangan salahkan pasiennya atau masyarakat berobat ke dukun.

“Kalau sampai dilarang praktik ya lari ke dukun aja, yang enggak diatur prakteknya. Dan itu menjerumuskan rakyat,”tegasnya.

Untuk itu, Hendro meminta agar pihak Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) PB IDI tak mempesoalkan teori yang dipakai Terawan, apalagi sampai memecatnya.

“Menurut saya sudahlah yang penting rakyat sembuh. Kalau rakyat banyak yang strock dan ini ada orang yang bisa ngobatin apa salahnya diobatin, kalau teori salah itu ya masalah teorinya saja,” tukas dia.[far]

 

Laporan: Tio Pirnando

Bagikan Ini :