Repro

telusur.co.id– Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Bambang Satrio Lelono menilai revolusi industri 4.0. berefek pada penggerusan beberapa profesi dan lapangan pekerjaan yang ada di Indonesia.

“Setiap revolusi industri pasti akan menggerus sejumlah pekerjaan, namun revolusi industri juga memunculkan pekerjaan baru,” ujar Bambang di gedung Kemenkominfo, Jakarta, Senin (16/4/18).

Dirinya memperkirakan, dampak revolusi 4.0 akan menggeser 50 persen jumlah pekerjaan yang sudah ada. Oleh sebab itu, Bambang meminta masyarakat segera melakukan penyesuaian.

“Orang yang bisa beradaptasi yang mampu bersaing dalam setiap perubahan era industri,” imbuh Bambang.

Salah satu contoh revolusi industri, dikatakan Bambang, produk mobil listrik akan menjadi andalan di pasar otomotif, maka desain pendidikan mulai tingkat SMK dan perguruan tinggi harus menuju ke sana.

Untuk itu, Kemenaker telah mengidentifikasi kompetensi tenaga kerja baru terhadap posisi atau jabatan yang cocok di era disrupsi digital.

“Kuncinya adalah diperlukan strategi bersama transformasi industri, pemetaan jabatan-jabatan baru dan pemenuhan skill yang sesuai dengan kebutuhan industri,” tuntas dia.[far]

Bagikan Ini :