Ilustrasi/Net

telusur.co.id – Efek peraturan presiden (Perpres) tentang Tenaga Kerja Asing, menyebabkan pemerintah tunduk pada kemaun investor asing. Tak heran jika pemerintah akhirnya berani merencanakan impor 200 dosen asing guna meningkatkan investasi.

Demikian disampaikan Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Nizar Zahro, kepada wartawan, di Jakarta, Senin (16/4/18).

- Advertisement -

“Pemerintah lupa bahwa Indonesia memiliki dua keunggulan yang menjadi incaran para investor, yaitu sumber daya alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang sangat besar. Kedua-duanya menguntungkan dari segi produksi dan pemasaran untuk meningkatan pendapatan para investor,” kata Nizar.

Politikus Partai Gerindra ini menjelaskan, Indonesia saat ini memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar USD 1.000 triliun. Hal tersebut membuat Tanah Air menempatkan posisi pada 16 besar level dunia dalam hal peringkat PDB.

“Artinya, Indonesia adalah pangsa pasar yang sangat menggiurkan bagi para Investor asing yang menamkan modalnya di Indonesia,” kata dia.

Oleh karena itu, sangat menguntungkan jika asing menanam investasi di Indonesia. Di satu sisi, dekat dengan bahan baku, dan di sisi yang lain juga sudah ada ratusan juta orang yang siap membeli produk yang dihasilkan.

“Dengan keunggulan tersebut mestinya Indonesia tinggal duduk manis menanti kehadiran para investor. Bukan seperti sekarang, mengemis kehadiran investor dan menuruti segala keinginan investor, termasuk mendatangkan TKA,” kata dia.

Politikus asal Jawa Timur ini menilai, penerapan Perpres 20/2018 itu, bisa menyebabkan pengangguran di Indonesia semakin meningkat, apalagi jumlah pengangguran saat ini sekitar 7,04 juta jiwa.

“Dan, mereka akan sulit mendapatkan pekerjaan karena harus bersaing dengan TKA. Lalu, rakyat yang sudah bekerja pun terancam tergantikan posisinya oleh kehadiran TKA,” tuntas dia. [ipk]

Bagikan Ini :