Johan Budi (kiri) dan Jokowi (kanan)/Net

telusur.co.id – Siapa saja tamu yang hendak bertemu Presiden, pastilah dilarang membawa handphone ataupun alat komunikasi.

Demikian disampaikan Staf Khusus Komunikasi Presiden, Johan Budi Sapto Prabowo (JBSP) kepada telusur.co.id, Kamis (26/4/18).

“Semua pertemuan dengan Presiden, HP selalu di taruh di depan. Tidak boleh dibawa masuk. Protokolernya begitu. Berlaku buat tamu siapa saja,” kata Johan.

Sementara terkait beredarnya foto pertemuan, pihak Istana mengaku tidak mengetahuinya. “Mana saya tahu. Ya dicari saja siapa yang memfoto,” kata dia.

Sebelumnya, pertemuan Presiden Joko Widodo dengan tim 11 ulama alumni 212 bocor di publik. Padahal, pertemuan itu disebut oleh pihak Persaudaraan Alumni 212 bersifat rahasia.

BACA JUGA :  Waspada, Banyak Pura-Pura Negarawan Jelang Pileg Dan Pilpres

Jurubicara GNPF Ulama, Yusuf Muhammad Martak mengatakan, pihaknya saat itu ingin terbuka. Akan tetapi, saat pertemuan para ulama yang hadir termasuk dirinya tidak diizinkan untuk membawa HP dan memotret.

“Dalam pertemuan itu kita diundang. Semua HP disita tidak boleh digunakan bahkan saat kita duduk dengan Pak Jokowi, fotografer yang sedang memfoto diminta dihentikan oleh beliau (Jokowi) katanya agar beliau fokus,” kata Yusuf kepada wartawan di Kawasan Tebet, Jakarta, Rabu (25/4/18). [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini