Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. Foto: Istimewa

telusur.co.id – Ketua Umum PPP, Romahurmuziy (Romi) dianggap tidak kooperatifnya terhadap penegakan hukum.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon, menanggapi ocehan Romi yang blak-blakan tentang tabloid Obor Rakyat, yang sempat kontroversial pada Pilpres 2014 lalu.

Fadli mengatakan, jika Romi mengetahui adanya pelanggaran hukum, dan memilih bungkam, hal tersebut merupakan bentuk pembiaran terhadap pelanggaran.

“Kalau dia tidak tahu tapi bicara, berarti dia membiarkan terjadinya pelanggaran hukum, itu kan namanya crime by omission,” kata Fadli kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/4/18).

Wakil Ketua DPR ini menegaskan, Romi hendaknya melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian. Jika memang mengetahui proses pembuatan tabloid Obor Rakyat yang menyebabkan kontroversial di Pilrpes 2014.

BACA JUGA :  Jika Mengacu Survei, Bisa Jadi Kemiskinan Sengaja Diciptakan untuk Menangkan Rezim Ini di 2019

“Kalau dia tahu dia ngomong, dia bicara dong!” kata Fadli.

Apalagi, kata Fadli, pernyataan Romi yang dianggap blak-blakan ini baru disampaikan sekarang. Padahal proses hukum terhadap Obor Rakyat sudah di pengadilan.

“Saya tak tahu yang dia maksud apa? Itu sudah peristiwa 2014 lalu dan sudah ada proses pengadilan dan sebagainya,” tuntas dia.

Sebelumnya, Romi dalam acara Munas Alim Ulama PPP di Semarang, Jawa Tengah, menceritakan pada kampanye Pilpres 2014 lalu, dimana dirinya menjabat Ketua Divisi Strategi Kampanye Prabowo-Hatta, karena PPP masih masuk dalam Koalisi Merah Putih, mengetahui pembuatan tabloid Obor Rakyat.

BACA JUGA :  Sandiaga Minta BPN Bersikap Bijak menyikapi Kabar Penangkapan Romi

Menurur Romi, dia diminta untuk mengedit tabloid tersebut, namun setelah membaca konten langsung ditolak.

“Saya mengatakan ini fitnah. Kalau nanti Prabowo tidak menang, kita bakal dapat masalah,” kata Romi.

Meski tanpa koreksi dari Romi, tabloid itu sudah diproduksi sebanyak 1 juta eksemplar kemudian disebar ke 28 ribu pondok pesantren dan 724 ribu Masjid.

“Saya berada di jantung pertarungan itu dan saya baru cerita kali ini,” tuntas dia. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini