Net

telusur.co.id – DPR diminta memanggil Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama PT. PLN Sofyan Basir, untuk menjelaskan beredarnya rekaman percakapan, yang diduga bagi-bagi fee proyek.

“DPR bisa panggil mereka melalui pimpinan DPR sebagai salah satu bentuk pengawasan sekaligus untuk membuktikan ini bener apa hoax,” kata Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, kepada telusur.co.id, Selasa (1/5/18).

Anggota Komisi I DPR ini melanjutkan, bila terbukti percakapan tersebut suara Rini-Sofyan dan isi pembicaraanya sesuai dengan yang ada di rekaman, maka jalan terbaiknya harus mundur dari posisi masing-masing.

“Kalau terbukti ya harusnya mundur dari mentri dan Dirut PLN. Karena Pak Presiden Jokowi pernah membubarkan perusahan yang dianggap calo dalam perminyakan, kalau konsisten ya enggak boleh ada calo-calo lain dalam urusan minyak, listrik dan lain-lain,” tegas dia.

Disisi lain, politisi dapil Banten ini mengajak publik untuk selalu berfikir positif. Sebelum kebenaran percakapan tersebut diklarifikasi oleh Rini-Sofyan kepada masyarakat dengan membuka rekaman aslinya.

“Tapi kita tetap harus praduga yang baik dulu. Harus kasih ruang klarifikasi dulu, enggak boleh menyimpulkan tanpa mendengar klarifikasi terlebih dulu,” tukas dia.

Sebelumnya, rekaman percakapan yang viral di media sosial itu sudah dibenarkan oleh Rini maupun Sofyan. Namun keduanya kompak mengatakan rekaman itu tidak utuh. Menurut Sofyan, pembicaraan itu dilakukan pada akhir 2016.

Sofyan mengaku saat itu tengah berkonsultasi dengan Rini terkait investasi PLN dan Pertamina dengan perusahaan swasta di bidang penyediaan energi. [ipk]

Bagikan Ini :