foto|net

telusur.co.id – Puluhan ribu orang direncanakan akan berkumpul dan menuju Istana Merdeka untuk memperingati Hari Buruh 1 Mei 2018 sekaligus menuntut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 tahun 2018 tentang tenaga kerja asing (TKA) dibatalkan.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo seperti tidak ambil pusing terkait adanya demo besar-besaran di ibukota, pasalnya daripada menyambut massa buruh di istana merdeka, Presiden Jokowi lebih memilih untuk menghadiri Konfrensi Tinggkat Tinggi (KTT) Bogor mengenai Islam Wasathiyah.

“Dari Inggris, dari Amerika, dari Kanada, Australia. Bahkan Presiden dari komunitas Jepang, Presiden dari Korean Muslim Federation, bahkan Presiden CIA (China Islam Association) datang,” kata Staf Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban, Din Syamsuddin, di Istana Negara, Jakarta, Senin, 30 April 2018.

Ia mengatakan, diharapkan dari KTT Bogor ini nantinya, disimpulkan kesepakatan-kesepakatan tentang cara hidup Islam yang wasathiyah. Menurutnya, ini bisa menjadi solusi dalam problem peradaban dunia saat ini.

“Kami akan keluar dengan satu pesan tersebut, Bogor message,” kata mantan Ketum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

KTT Bogor ini juga diharapkan bisa memberi pesan kepada umat Islam tentang pentingnya pemahaman Islam yang wasathiyah. Yakni Islam yang memberi jalan tengah, tidak gampang mengkafirkan orang, tetapi memberi solusi dan mengedepankan musyawarah dalam setiap penyelesaian masalahnya.

“Jangan terjebak dalam radikalisme, fundamentalisme, ekstrimisme. Tapi marilah kita kembali ke sebuah wawasan yang sentral dalam Islam dan keluar kita ingin usulkan kepada dunia wasathiah Islam dapat dipertimbangkan untuk menjadi solusi bagi krisis peradaban dunia dewasa ini,” tutur Din. (der)

Bagikan Ini :