Saleh Partaonan Daulay/telusur.co.id

telusur.co.id – Fraksi Partai Amanat Nasional di DPR RI, kemungkinan besar akan ikut dalam pansus angket perpres nomor 20 tahun 2018 tentang penggunaan Tenaga Kerja Asing.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (1/5/18).

“Kemungkinan besar kita akan ikut disitu (Pansus Angket TKA). Tadi instruksi dari ketua fraksi kemungkinan besar kita akan ikut di dalam pansus,” kata dia.

Dirinya menegaskan, terbentuknya Pansus nanti bukan sebagai alat untuk memojokan pemerintah. Melainkan murni masalah tenaga kerja.

“Boleh saja investasi. Itu bagus. Tapi tetap harus menguntungkan bagi kita. Bagi PAN itu belum menguntungkan. Terbukti tenaga kerja dari mereka. Kalau ada investasi beratikan adanya lapangan kerja, kalau proyeknya 6 tahun berarti tercipta lapangan kerja untuk kita 6 tahun. Tapi kalau lapangan pekerjaannya untuk orang lain untuk apa,” kata dia.

Selain itu ia mengungkapkan, sebelum ada Pansus TKA, Komisi IX juga pernah mengamanatkan pemerintah untuk membuat Satgas TKA. Tapi sayang, rekomendasi itu tidak dilaksanakan oleh pemerintah.

Hal itu juga lah yang menjadi alasan PAN ikut Pansus, agar permasalahan TKA bisa dibicarakan dengan pemerintah secara luas.

“Saya kira akan lebih luas. Kalau Panja kan hanya di komisi IX kan mitranya juga pasti terbatas hanya menakertrans saja. Kalau pansus kan bisa semuanya dipanggil,” kata dia.

Untuk hal itu juga, dirinya kembali mengingaykan kepada pemerintah tidak perlu khawatir mengenai terbentuknya pansus tersebut.

“Tidak usah ditakutkan. PAN tidak ada niat buruk tentang itu. Inikan seperti tersandra. Tidak ada untuk memojokan hal itu dan ada dipolitisasi. Kalau sudah terjadi jangan di politisisasi,” kata dia.

Sebelumnya, Fraksi Partai Gerindra menjadi pengusul Pansus angket TKA. Wakil Ketua DPR Fadli Zon menandatangani usulan Pansus itu. [ipk]

Bagikan Ini :