foto|net

telusur.co.id – Terjadinya intimidasi yang dialami seorang ibu dan anaknya di area Hari Bebas Kendaraan atau car free day (CFD) sangat disayangkan dan menjadi perhatian serius dari Ketua Bidang Kesehatan, Perempuan dan Anak DPP PDI Perjuangan, Sri Rahayu.

Ia berkata bahwa tidak ada alasan yang dibenarkan terkait hal tersebut.

“Dengan alasan apa pun tidak bisa dibenarkan melakukan pelecehan dan tindakan intimidatif satu kelompok masyarakat ke kelompok lainnya,” kata Sri dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa.

Terhadap kejadian intimidatif dan pelecehan seorang Ibu dan anaknya yang video rekamannya viral di sosial media, kata dia, memberi perhatian serius betapa kelompok masyarakat tersebut tidak menghargai figur Perempuan yang seorang Ibu apalagi hal tersebut dilakukan di depan anaknya di ruang publik.

“Tindakan pelecehan dan intimidasi ini termasuk tindakan kekerasan terhadap Perempuan dan Anak,” ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya meminta aparat kepolisian mengusut tuntas pelaku dan memproses secara hukum degan mempertimbangkan rasa keadilan korban.

Selanjutnya, ke depan meminta pihak kepolisian melakukan tindakan antisipatif, guna melindungi segenap warga DKI Jakarta tanpa terkecuali, khususnya kebebasan berpendapat di ruang publik.

Sri juga mengajak kepada segenap lapisan masyarakat Indonesia untuk saling menghargai termasuk menghargai perbedaan pilihan politik, karena itu adalah hak setiap warga negara Indonesia agar demokrasi di Indonesia tumbuh dan berkembang dalam iklim yang sehat.

“Di tahun politik ini, Kami mengajak semua pihak berpolitik dengan sehat dan menyenangkan tanpa harus melecehkan atau mengintimidasi lawan politik,” ucapnya. (der)

Bagikan Ini :