Hidayat Nur Wahid enggan bicara wacana pembuatan patung Jokowi di NTT/ Foto: internet

telusur.co.id – Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid mendesak pihak Kepolisian menindaklanjuti laporan mengenai intimidasi kepada keluarga korban meninggal dunia dalam acara pembagian sembako di Monas, Jakarta Pusat.

“Wajar bila ibu korban & keluarga tak takut tuntut penegakan hukum. Polisi juga harusnya tindaklanjuti, serius daripada laporan tentang “persekusi” itu,” desak Hidayat melalui akun twitternya @hnurwahid, Rabu.

Yang membuat Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini terhenyu adalah ada intimidasi dibarengi dengan uang suap kepada keluarga. “Bila benar, ini bisa serius. Ada intimidasi kepada ibu dari anak yang tewas, ada persekusi, kekerasan verbal, bahkan”suap” Rp 5 jt,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam media sosial tetangga korban, Laurensia mengungkapkan keluarga RS (10 tahun) pernah dilarang berbicara mengenai kronologis meninggalnya korban pada orang lain.

Laurensia mengetahui karena pertemuan Relawan Merah Putih dan panitia Forum Untukmu Indonesia (FUI) dilakukan di rumahnya. Dia menjelaskan rumah kontrakan yang ditinggali korban dan keluarganya tidak memungkinkan menerima banyak orang.

Pada pertemuan tersebut, Laurensia menyatakan, FUI dan Relawan Merah Putih memberikan sejumlah uang dan menyampaikan bela sungkawa. Relawan Merah Putih membawa uang sebanyak Rp 5 juta dalam amplop, yang sudah dalam kondisi tersobek.  ( ham )

Bagikan Ini :